Buaksib.com – Winger asal Maroko, Hakim Ziyech sebentar lagi akan resmi berseragam Chelsea. Pemain yang saat ini masih berstatus sebagai penggawa Ajax Amsterdam itu resmi meneken kontrak bersama The Blues pada Januari 2020 lalu. Tapi ia baru akan benar-benar pindah pada akhir musim 2019/2020 ini.

Hakim Ziyech Diyakini Bakal Langsung Jadi Pemain Inti Chelsea
Hakim Ziyech

 

Hakim Ziyech merupakan pembelian perdana Frank Lampard sebagai manajer Chelsea. Ketertarikan Lampard pada sosok Ziyech cukup masuk akal. Seperti diketahui mantan pemain FC Twente itu tampil apik sepanjang musim 2018/2019 lalu, khususnya saat membantu Ajax Amsterdam lolos ke semifinal Liga Champions.

Melihat kemampuan dan track record Hakim Ziyech, nampaknya ia akan langsung diplot sebagai pemain inti atau starting eleven racikan Frank Lampard. Paling tidak itu adalah pendapat dari Jesper Gronkjaer, mantan pemain yang pernah menempuh jalur yagn sama seperti Ziyech: Dari Ajax ke Chelsea.

Hakim Ziyech Langsung Masuk Starting Eleven

Gronkjaer tahu bahwa Ziyech bukanlah produk akademi Ajax Amsterdam. Tapi, ia tahu betul bagaimana kemampuan pemain Timnas Maroko tersebut. Hakim Ziyech bisa tampil apik ketika dimainkan di posisi sayap kanan, posisi yang memang hendak diperkuat oleh Frank Lampard.

“Ziyech merupakan salah satu pemain yang mencuri perhatian saya dalam dua musim terakhir meski dia bukan produk akademi Ajax. Anda memang membutuhkan pemain seperti itu,” kata Gronkjaer kepada Goal International.

“Anda membutuhkan pemain seperti itu. Saya kira semua klub top sudah mengamati Ziyech dan bertanya-tanya apakah dia cukup bagus untuk direkrut.”

“Dia pemain fantastis, saya kira dia akan langsung masuk dalam starting eleven Chelsea,” sambungnya.

Kendati demikian, Gronkjaer meyakini bahwa Hakim Ziyech masih harus mengatasi masalah adaptasi ketika tiba di Stamford Bridge nanti. Meski ia punya kemampuan bagus, itu tidak serta merta membuat segalanya bisa jadi lebih mudah.

“Beradaptasi di Premier League lebih mengedepankan masalah mental. Ketika Anda pernah bermain untuk Ajax, Feyenoord, atau PSV, Anda bermain dalam tim yang selalu menguasai bola, menciptakan banyak peluang, dan mencetak banyak gol,” imbuh Gronkjaer.

“Tapi di Premier League Anda tidak punya banyak waktu untuk belajar dan Anda harus langsung tampil apik sejak hari pertama. Sekarang Premier League tidak hanya mengutamakan kemampuan fisik dan kecepatan, tapi juga teknik,” tandasnya.