Buaksib.com – Gelandang Manchester City, Ilkay Gundogan mengakui bahwa musim ini timnya kalah bersaing dengan Liverpool. Hal itu dikarenakan timnya tidak mampu tampil konsisten seperti dua musim sebelumnya. Gelandang asal Jerman tersebut bahkan tidak ragu menyebut bahwa musim ini level The Citizens berada di bawah Liverpool.

Gundogan: Musim Ini Level Manchester City Di Bawah Liverpool
Ilkay Gundogan

 

Pada musim 2016/2017, Manchester City menjuarai Premier League dengan koleksi 100 poin. Raihan tersebut membuat mereka memecahkan rekor jumlah poin dalam satu musim di Premier League. Di musim lalu, The Citizens sukses mempertahankan gelar setelah bertarung sengit dengan Liverpool di papan klasemen.

Banyak pihak yang memprediksi musim ini Manchester City akan melanjutkan dominasinya di Premier League. Namun, hal itu tidak pernah terjadi di musim 2019/2020 ini. Pasalnya, Liverpool tampil begitu luar biasa dan kini tinggal selangkah lagi untuk meraih gelar juara EPL.

Pengakuan Gundogan

Dibanding musim lalu, catatan Manchester City musim ini memang berbanding cukup jauh dari dua musim sebelumnya. Dari 28 laga yang telah dimainkan di Premier League, mereka sudah menelan tujuh kekalahan. Ilkay Gundogan pun mengakui jika performa timnya menurun di musim ini.

“Kami tertinggal dalam persaingan juara di Premier League musim ini. Kami tak bisa menunjukkan efek seperti dua musim terakhir ketika menjadi juara,” ujar Gundogan kepada Fanatik.

“Terlepas apakah kami bermain bagus, kami tetap kehilangan poin. Liverpool mencapai level ini tanpa kehilangan banyak poin, kami kehilangan poin, sehingga perbedaannya pun meningkat,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gundogan melontarkan pujian kepada bosnya, Pep Guardiola dan mantan pelatihnya di Borussia Dortmund, Jurgen Klopp yang kini menangani Liverpool.

“Jurgen Klopp dan Pep Guardiola merupakan dua guru terbaik di dunia. Empat tahun saya lalu bersama Klopp. Seorang guru yang sangat saya cintai. Dia menciptakan spirit tim yang menakjubkan dan memotivasi pesepakbola dengan sungguh luar biasa,” tutur Gundogan.

“Pep berada di level taktikal yang sangat tinggi. Seorang guru yang ingin mengetahui setiap detail permainan. Saya tak pernah melihat guru yang meningkat kemampuan dirinya secara taktik,” lanjutnya.

“Gaya mereka berbeda, tapi keduanya sangat sukses. Meski mereka sangat berbeda, keduanya merupakan guru terbaik di dunia untuk saat ini,” tandasnya.