Buaksib.com – Timnas Italia berhasil meraih juara Euro 2020 setelah menaklukkan Inggris. Sang kapten, Giorgio Chiellini menyebut jika timnya pantas mendapatkan hal tersebut.

Giorgio Chiellini Cedera Saat Timnas Italia Membara
Giorgio Chiellini.

 

Gli Azzurri berhadapan dengan The Three Lions di partai final yang digelar di Wembley Stadium, Senin (12/7/2021) dini hari WIB. Italia berrhasil menang lewat skema adu penalti.

Timnas Italia sebelumnya sempat tertinggal terlebih dahulu lewat gol cepat Luke Shaw. Akan tetapi, kemudian mereka berhasil menyamakan kedudukan lewat aksi Leonardo Bonucci.

Skor imbang 1-1 secara mengejutkan bertahan hingga babak normal dan extra time berakhir. Maka dari itu, pemenang pada laga ini akan ditentukan lewat drama adu penalti.

Di babak adu penalti, hanya ada dua algojo yang gagal melakukan tugasnya dengan baik, dia adalah Andrea Belotti dan Jorginho. Sementara itu, Inggris harus ikhlas usai tiga penendangnya gagal mencetak gol, mereka adalah Marcus Rashford, Jadon Sancho, dan Bukayo Saka.

Timnas Italia Layak Menang

Sang kapten pastinya menyambut gembira kemenangan Timnas Italia dalam perebutan gelar Euro 2020 edisi kali ini. Dia mengatakan jika timnya sangat layak meraih gelar juara.

“Kami menang dan saya rasa kami pantas meraihnya. Selain itu kami juga merasakan sesuatu yang ajaib telah terjadi,” ucap Chiellini pada RAI Sport.

“Kami sudah mengatakannya sejak awal Mei, kami pantas menjuarainya. Seluruh Italia layak mendapatkannya.”

Chiellini mempersembahkan gelar juara edisi kali ini untuk semua pemain Timnas Italia dan warga Italia.

“Ini adalah sensasi yang luar biasa,” sambungnya.

“Terima kasih kepada semua orang yang menjadi bagian dari grup ini selama tiga tahun dan kami mendedikasikannya untuk semua pemain yang juga menonton dari rumah.”

Pemain Juventus tersebut juga membeberkan kunci keberhasilan Timnas Italia saat menaklukkan Inggris. Dia mengatakan jika mereka selalu punya ambisi besar untuk bisa mendominasi pertandingan.

“Kuncinya adalah selalu menikmati sepakbola dan menjadi diri sendiri. Kami ingin mengontrol permainan, menguasai bola,” lanjutnya.

“Meskipun mendapat pukulan di awal saat laga waktu baru berjalan dua menit, kami mendominasi sisa pertandingan. Kami menginginkan untuk melakukan hal itu dengan segala cara.”