Buaksib.com – Manajer Barcelona, Xavi Hernandez nampak begitu kesal saat diminta bicara di depan media soal kekalahan timnya di markas Inter Milan. Ia melontarkan kritik keras karena sejumlah keputusan wasit dinilai merugikan Blaugrana.

Xavi vs Inter Milan
Protes Xavi Hernandez pada laga Inter Milan vs Barcelona

 

Barcelona menyerah dengan skor tipis 0-1 saat bertandang ke markas Inter Milan, Rabu (05/10) dini hari WIB. Kekalahan tersebut mempersulit raksasa La Liga itu dalam upaya mereka lolos dari fase grup. Satu-satunya gol yang tercipta pada laga tersebut dicetak oleh Hakan Calhanoglu di penghujung babak pertama. Di babak kedua, terdapat insiden handball yang dianggap sangat merugikan Barcelona.

Kegagalan meraih poin di matchday ketiga tersebut membuat Barcelona kini harus puas duduk di peringkat ketiga klasemen sementara Grup C. Mereka baru mengoleksi tiga poin dan terpaut tiga poin dari Inter Milan yang ada di peringkat kedua.

Komentar Xavi hernandez

Wasit yang bertugas pada malam itu ialah Slavko Vincic asal Slovenia. Ia dinilai membuat dua keputusan aneh pada pertandingan ini. Pertama, sang pengadil menganulir gol Pedri pada menit ke-67 dengan alasan handball Ansu Fati dalam proses gol tersebut. Pihak Barcelona sudah melakukaa protes keras, namun wasit tidak bergeming.

Kedua, pada menit ke-90+1 Vincic membiarkan handball Denzel Dumfries di kotak penalti. Seharusnya Barcelona bisa mendapatkan penalti, namun VAR berkata lain.

Dua insiden handball tersebut sangat mirip, namun keputusan yang dibuat oleh wasit bertolak belakang. Artinya, tidak ada standar dalam keputusan wasit, inilah yang membuat Xavi kesal.

Xavi Hernandez sampai dihukum kartu kuning oleh wasit karena melakukan protes keras pada laga tersebut. Selepas pertandingan, dia tidak bisa menahan diri di konferensi pers.

“Saya geram dengan situasi ini. Sungguh tidak adil. Saya sudah berkata kemarin bahwa wasit harus menjelaskan keputusannya sendiri,” ujarnya.

“Kami benar-benar tidak paham, wasit harus bicara. Saya tidak perlu bicara untuk keputusan yang tidak saya buat. Bagi saya, itu jelas handball, wasit harus menjelaskan keputusannya.”

Bagaimanapun, hasil akhir sudah ditentukan dan sang manajer mengakui bahwa situasi Barcelona saat ini sulit. Mereka membuat kesalahan sendiri dan sekarang harus berhati-hati di tiga laga sisa apabila ingin lolos ke fase gugur.

“Kami terlambat bangkit, kami mengurung mereka di akhir laga. Tapi peluang-peluang itu tidak kunjung datang,” sambung Xavi.

“Kami tahu bahwa tembakan dari luar kotak penalti adalah salah satu keunggulan mereka. Sekarang, kami harus menghadapi tiga laga final. Saya cemas dengan kekalahan ini. Bayern punya sembilan poin, Inter punya enam poin, dan kami hanya tiga poin,” tutupnya.