Buaksib.com – Legenda dan mantan kapten Manchester United, Gary Neville, meminta Paul Pogba untuk mengambil tanggung jawab sebagai pemimpin di skuat Setan Merah. Hal tersebut dikarenakan skuat United saat ini dihuni oleh banyak pemain muda.

Gary Neville berharap Paul Pogba dapat menjadi pemimpin di skuat Manchester United
Paul Pogba

 

Sejak kembali ke Manchester United pada 2016 silam, performa Paul Pogba masih belum memuaskan banyak pihak. Ia bahkan tidak bisa tampil lebih baik ketika dipercaya menjadi kapten Manchester United.

Imbas dari performa buruk tersebut, para fans Manchester United melancarkan kritik kepada dirinya. Ia juga cukup sering dikecam oleh beberapa legenda Manchester United. Apalagi, Pogba dikenal cukup aktif bermain di media sosial.

Semua berita negatif tentang dirinya membuat Pogba digosipkan akan hengkang dari Old Trafford. Namun, sampai bursa transfer musim panas 2019 ditutup, ia masih bertahan di dalam skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer.

Di awal musim 2019/2020, kritikan masih belum hilang menghantui Pogba. Bahkan para fans United semakin menyerangnya ketika ia gagal menuntaskan penalti saat melawan Wolverhampton di pekan kedua Premier League beberapa waktu lalu.

Pogba Diharapkan Jadi Pemimpin

Manajemen Setan Merah sebenarnya menaruh harapan besar di pundak Paul Pogba sebagai pemimpin di dalam skuat. Selain punya nama besar, ia memiliki segudang pengalaman bermain di kancah sepak bola Eropa. Ia telah merengkuh trofi Piala Dunia bersama Prancis dan Serie A bersama Juventus.

Gary Neville sebagai mantan kapten Manchester United, sangat yakin akan potensi Pogba. Ia mengharapkan pemain berusia 26 tahun tersebut mampu membawa klub meraih sukses musim ini.

“Bawa Manchester United ke Liga Champions, memenangkan Liga Eropa, mendorong mereka maju. Anggap itu sebagai tanggung jawab anda,” serunya pada Off the Ball.

“Anda berada di klub ini selama 12 bulan dan anda akan menjadi pemain terbaik di liga dan salah satu pemain terbaik di dunia. Itulah yang saya inginkan dari Paul Pogba, itulah yang saya inginkan darinya karena saya yakin dia mampu melakukannya. Saya memiliki keyakinan padanya untuk melakukannya,” tegas Neville.

“Tapi kemudian saya melihat insiden seperti saat melawan Wolverhampton itu, dan itu mengecewakan saya. Jadi ia harus menerima kritik untuk itu,” tutup Neville.