Buaksib.com – Otoritas sepakbola tertinggi Eropa, UEFA memberikan peringatan kepada seluruh pemain yang berpartisipasi di ajang Euro 2020 ini. Mereka meminta agar para pemain tidak menggeser minuman sponsor yang ditempatkan di atas meja dalam sesi konferensi pers.

Cristiano Ronaldo UEFA
Cristiano Ronaldo pada sesi jumpa pers di ajang Euro 2020

 

Dalam beberapa hari terakhir pecinta sepakbola, khususnya penikmat Euro 2020 dihebohkan dengan kelakuan para pemain yang menyingkirkan minuman sponsor (Coca Cola) dari atas meja konferensi pers. Perilaku ini dimulai oleh Cristiano Ronaldo pada sesi konferensi pers awal pekan lalu. Kala itu, pemain berjuluk CR7 ini memindahkan dua botol Coca Cola dari atas meja. Tidak hanya itu, pemain berusia 36 tahun ini juga menyuarakan untuk banyak minum air putih, bukan coke.

Setelah Ronaldo, Paul Pogba pun melakukan hal yang sama. Sebagai seorang muslim, bintang Manchester United itu memindahkan botol bir Heineken dari atas meja konferensi pers.

Tindakan dua bintang sepakbola Eropa itu ternyata diikuti oleh pemain Italia yang sedang naik daun, Manuel Locatelli. Ia turut menggeser botol Coca Cola dari atas meja kala mendamping Roberto Mancini (pelatih Italia) di dalam sesi konferensi pers.

UEFA Jelaskan Pentingnya Sponsor

Direktur Euro 2020, Martin Kallen mengakui bahwa pihak UEFA telah berbicara dengan setiap negara peserta terkait kasus memindahkan botol sponsor. Ia berharap para pemain bisa memahami pentingnya sponsor bagi sebuah turnamen, termasuk Piala Eropa.

“Hal ini penting karena pendapatan dari sponsor juga penting bagi turnamen dan bagi sepakbola Eropa,” ujar Kallen.

Kallen pun yakin bahwa sebenarnya para pemain telah terikat kontrak dengan federasi masing-masing. Peraturan-peraturan yang berlaku untuk seluruh pemain, tanpa terkecuali. Kendati demikian, Kallen memahami tindakan pemain yang berdasarkan alasan religius seperti Paul Pogba.

Seluruh negara yang berpartisipasi di Euro 2020 ini juga sebenarnya telah terikat kontrak selama turnamen digelar. Artinya, para pemain harus mau mengikuti kontrak tersebut, termasuk yang berkaitan dengan sponsor.

Kallen menambahkan bahwa ada potensi sanksi yang akan diberikan atas tindakan para pemain itu. UEFA memang tidak akan menjatuhkan denda kepada pemain secara langsung melainkan akan melalui federasi sepakbola dari negara si pemain.

“Kami tidak pernah menjatuhkan denda langsung kepada pemain dari sisi UEFA. Kami selalu melakukannya melalui federasi nasional dari negara yang berpartisipasi,” sambung Kallen.

“Kemudian, federasi akan mempertimbangkan apakah akan melanjutkan sanksi sampai ke pemain. Namun, untuk saat ini kami tidak akan langsung menghukum pemain,” tandasnya.