Buaksib.com – Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer tak ingin menyalahkan pihak lain atas kegagalan timnya di Liga Champions. Sebagai manajer, ia mengakui bahwa semua tanggung jawab ada pada dirinya.

Ole Gunnar Solskjaer
Ole Gunnar Solskjaer

 

Manchester United dipastikan gagal mendapat tiket babak 16 besar Liga Champions musim ini karena takluk dari RB Leipzig di matchday terakhir fase grup. Kendati laga PSG versus Istanbul Basaksehir ditunda, Setan Merah akan tetap finish di posisi ketiga apapun hasil dari laga tersebut.

Marcus Rashford dkk mengoleksi sembilan poin dari enam laga. PSG punya perolehan poin yang sama. Tapi, Manchester United kalah head to head dari PSG karena hanya menang 1-2 di Paris dan kalah 1-3 di Old Trafford.

Skuat besutan Ole Gunnar Solskjaer sebenarnya punya peluang besar untuk lolos ke babak 16 besar. Syaratnya, minimal mereka harus bisa menahan imbang RB Leipzig di matchday terakhir. Namun, pada Rabu (9/12) dini hari WIB, mereka justru takluk dengan skor 3-2 oleh wakil Bundesliga tersebut.

Salah Ole Gunnar Solskjaer

Pada laga kontra RB Leipzig tersebut, Manchester United bermain buruk di babak pertama. Permainan mereka tidak berkembang dan tertinggal dua gol di babak pertama. Setan Merah kembali kebobolan di awal babak kedua sebelum akhirnya memperkecil kedudukan menjadi 3-2.

Alhasil, MU harus rela pulang dari RedBull Arena dengan tangan hampa. Mereka resmi turun ke peringkat tiga klasemen akhir Grup H meski laga PSG vs Istanbul Basaksehir baru akan digelar Kamis (10/12) dini hari WIB. Dengan demikian, MU harus turun kasta ke Liga Europa.

“Kami tidak tampil sebagai tim dengan cukup baik dan itu selalu menjadi tanggung jawab manajer, untuk membuat semua orang siap,” ucap Solskjaer dikutip Sportsmole.

“Kami tahu mereka akan datang pada kami, kami tahu mereka akan memberikan umpan silang di kotak penalti. Sayangnya kami kebobolan dua gol dan kami tidak pernah pergi,” sambung Solskjaer.

Solskjaer menyayangkan respon telat anak asuhnya setelah kebobolan di menit ke-2. Mereka tidak segera bangkit sehingga harus kembali kebobolan di menit ke-13. Setelah gol kedua itu, segalanya menjadi semakin sulit bagi Setan Merah.

“Pada pertandingan sebelumnya [musim ini] ketika kami kebobolan gol pertama, kami bermain cukup baik. Hari in kami tidak tampil bagus sampai mereka mencetak gol kedua. Tiba-tiba kami baru mulai bermainlagi,” kata Solskjaer.

Manchester United memang dikenal sebagai tim yang telat panas di musim 2020/21 ini. Skuat asuhan Ole Gunnar Solskjaer kerap tertinggal terlebih dahulu meskipun pada akhirnya berhasil comeback dan memenangi laga. Namun, hal tersebut tidak terjadi pada laga melawan RB Leipzig.