Buaksib.com – Kai Havertz adalah satu pemain anyar Chelsea yang direkrut di musim panas kemarin. Ia diboyong dengan mahar selangit, 80 juta Euro dan kini berstatus sebagai pemain termahal Chelsea. Namun, sampai saat pemain berkebangsaan Jerman itu menjadi salah satu pemain yang masih belum tampil memuaskan. Keraguan mulai muncul, Havertz dikhawatirkan menjadi pembelian flop Chelsea di musim ini.

Kai Havertz
Kai Havertz

 

Sampai saat ini ia sangat minim kontribusi gol dan assist. Bahkan, performanya pun bisa dibilang masih inkonsisten. Ia nampak kebingungan ketika diberi kesempatan bermain sehingga menghambat permainan tim.

Kendati demikian, Frank Lampard selaku pelatih mengaku tidak mengkhawatirkan hal itu. Ia tahu betul kemampuan yang dimiliki oleh Kai Havertz dan kesulitan yang kini sedang dihadapinya.

Performa Kai Havertz

Pertama, Lampard bicara soal kondisi yang kurang mendukung. Kai Havertz kesulitan di awal musim, namun mulai mampu tampil apik. Sayang, ia tak beruntung karena terkonfirmasi positif COVID-19 sehingga memaksanya menepi selama dua pekan. Inilah yang membuat performa Havertz masih belum inkonsisten sampai saat ini.

“Saya kira formasi 4-3-3 cocok dengan dia [Havertz]. Sebelum diserang COVID, ia bermain sangat baik di sisi kanan dengan peran nomor delapan kami,” kata Lampard di laman resmi Chelsea.

“Saya kira dia juga bisa bermain di beberapa posisi untuk kami. Tapi tentu saja konsistensi pemilihan posisi itu bagus, itulah yang saya lakukan untuk dia.”

Singkatnya, ketika baru memiliki ritme bermain yang bagus, Kai Havertz justru dipaksa kembali ke titik nol. Lalu, ketika ia kembali dari cedera dan mencoba bermain, performanya dinilai sama seperti pemain lain yang tidak menghadapi masalah serupa.

“Ketika Anda mengamati dan benar-benar menganalisis apa yang terjadi, Kai datang tanpa sempat menjalani pramusim. Ia baru mulai bermain baik, namun diserang COVID,” lanjut Lampard.

“Sekarang dia kembali dan semua mata tertuju padanya karena label harganya yang tinggi.”

Kendati berada dalam tekanan, Kai Havertz seharusnya bersyukur memiliki pelatih seperti Frank Lampard. Mantan manajer Derby County ini menjamin Havertz hanya memerlukan waktu untuk menjadi idola baru di Stamford Bridge.

“Saya kira kami perlu melihat dengan perspektif yang lebih luas. Sejumlah pemain terbaik dalam sejarah Premier League membutuhkan waktu untuk meraih sukses,” ujar Lampard.

“Bukan berarti Kai butuh waktu lama, tapi saya kira kami harus memberinya waktu untuk menyesuaikan diri, di dalam dan luar lapangan, dan itulah yang sedang terjadi,” tandasnya.