Buaksib.com – Mantan gelandang Chelsea, Cesc Fabregas mendukung Aurelien Tchouameni untuk bergabung dengan klub yang lebih besar. Tapi, ia justru ingin agar gelandang AS Monaco itu bergabung dengan Liverpool, bukan Chelsea yang notabene adalah mantan timnya.

Aurelien Tchouameni
Aurelien Tchouameni

 

Tchouameni tumbuh bersama akademi Bordeaux. Setelah promosi dari akademi, Tchouameni menjadi bagian dari skuat utama Bordeaux selama tiga musim. Pada tahun 2020 kemarin, ia dibeli oleh AS Monaco yang menjadi titik awal namanya menjadi lebih bersinar.

Pemain berusia 22 tahun tersebut berhasil tampil impresif selama membela AS Monaco. Alhasil, ada beberapa klub top Eropa yang menginginkan tanda tangannya di musim panas 2022 mendatang. Ia dikabarkan menjadi incaran Real Madrid, AC Milan, dan Manchester United.

Aurelien Tchouameni Gabung Liverpool?

Selain itu tiga klub tersebut, Chelsea juga dilaporkan tengah mengamati situasinya di AS Monaco. Tapi kabar terbaru justru menyebut bahwa Liverpool menjadi kandidat terkuat untuk mendapatkan tanda tangan sang gelandang.

Klub berjuluk The Reds itu bahkan mendapatkan dukungan dari Cesc Fabregas untuk merekrut Aurelien Tchouameni. Bukan hanya itu, Fabregas juga merekomendasikan dua nama lain yaitu Youssouf Fofana dan Sofiane Diop.

“Saya ingin melihat [Youssouf] Fofana, [Sofiane] Diop atau Tchouameni di Bayern Munchen atau Liverpool!” serunya kepada RMC Sport.

Tchouameni juga pernah dikaitkan dengan Manchester City dan Paris Saint-Germain. Namun, pemain berdarah Prancis itu mengisyaratkan tidak terlalu tertarik untuk bergabung dengan dua klub kaya raya itu.

“Anda tidak harus bermain di Real atau Manchester City agar bisa bermain di tim [nasional] Prancis,” ujar Tchouameni seperti dilansir Goal beberapa waktu lalu.

“Ini adalah klub top dengan pemain yang sangat hebat. Mereka punya tujuan besar tetapi sayangnya mereka belum memenangkan Liga Champions. Tapi mereka sudah memiliki banyak trofi,” sambung Tchouameni.

Kontrak Aurelien Tchouameni bersama AS Monaco semakin tipis karena hanya tersisa dua tahun lagi. Sejauh ini tidak ada tanda-tanda bahwa sang gelandang akan memperpanjang masa baktinya di klub Ligue 1 tersebut.

Dengan demikian, AS Monaco harus melepasnya di musim panas tahun ini. Tujuannya agar mereka masih memiliki posisi kuat untuk menentukan harga jual sang gelandang.