Buaksib.com – Gelandang Liverpool, Fabinho mengungkapkan bagaimana peranannya di dalam skema permainan Liverpool. Ia menyebut bahwa dirinya sejajar dengan Sergio Busquets dan Casemiro dalam kaitan perannya sebagai gelandang bertahan.

Fabinho Sejajarkan Dirinya dengan Busquets dan Casemiro
Fabinho

 

Fabinho mulai mencuri perhatian ketika bermain bersama AS Monaco. Kala itu, ia mulai dilirik oleh sejumlah klub raksasa Eropa. Pemain berpaspor Brasil tersebut sempat dikaitkan dengan Manchester United. Namun, ia lebih memilih untuk berlabuh ke Liverpool pada bursa transfer musim panas 2018 lalu.

Pemain berusia 26 tahun tersebut direkrut dengan mahar 45 juta Euro. Sempat tampil kurang meyakinkan di awal karirnya bersama The Reds, namun kini ia menjadi pilar penting bagi lini tengah Liverpool. Ia pun kini disebut sebagai salah satu gelandang terbaik di dunia.

Fabinho Sejajar dengan Busquets dan Casemiro

Fabinho membeberkan hal apa saja yang harus ia lakukan sebagai seorang gelandang bertahan. Ia juga tak sungkan menyebut bahwa dirinya sejajar dengan gelandang bertahan Barcelona, Sergio Busquets dan gelandang bertahan Real Madrid, Casemiro.

“saya suka mengatur dan mencoba melakukan umpan-umpan bagus, karena saya memiliki visi yang baik ketika menerima bola di setengah lapangan lawan,” ujar Fabinho kepada El Pais.

“Jika saya memiliki ruang, saya juga ingin menjadi pemain offensif yang penting, tetapi tugas pertama saya harus defensif. Casemiro, Rodri, Busquets, kami memiliki peran yang sama,” ujarnya.

“Di Liverpool, saya harus memperhatikan kedua sisi lapangan, untuk menutup ruang di belakang di kedua sisi, dan juga membantu di tengah,” terangnya.

Fabinho sempat mengalami masa-masa sulit ketika baru tiba di Anfield. Ia pun harus rela lebih sering dicadangkan oleh Jurgen Klopp.

Fabinho pun kemudian membeberkan apa hal yang membuatnya menjalani start yang lambat di Liverpool. Pemain Timnas Brasil tersebut menyebut hal itu terjadi karena ia harus beradaptasi dengan tempo permainan Premier League yang jauh lebih cepat ketimbang di Brasil maupun kompetisi lainnya.

“Biasanya ketika seorang pemain Brasil tiba di Eropa ia menemukan bahwa waktu untuk berpikir akan berkurang, bahwa ada lebih sedikit ruang,” tutur Fabinho.

“Tetapi ketika Anda tiba di Inggris, ada lebih sedikit waktu untuk beraksi. Itu dan kebutuhan fisik saya butuh waktu untuk terbiasa. Butuh waktu lebih lama dari biasanya untuk pulih dari pertandingan,” tuturnya.

Fabinho sendiri ikut berperan membantu Liverpool memenangkan trofi Liga Champions dan UEFA Super Cup. Namun, ketika The Reds berlaga di Piala Dunia Antarklub ia harus menepi karena cedera.