Buaksib.comChelsea akan menghadapi Manchester City di semifinal FA Cup 2020/21. Duel ini akan menjadi era baru persaingan pelatih dari kedua tim, Thomas Tuchel dan Pep Guardiola. Laga ini akan digelar pada Sabtu (17/04) malam WIB di Wembley Stadium.

Thomas Tuchel
Thomas Tuchel

 

Sebelumnya, Tuchel dan Guardiola pernah saling berhadapan di Jerman. Kala itu, Thomas Tuchel melatih FSV Mainz dan Borussia Dortmund sedangkan Pep Guardiola menjadi juru racik Bayern Munchen.

Selama bersaing di Jerman, Tuchel dan Guardiola sudah pernah bertemu sebanyak lima kali. Dari total pertemuan tersebut, Guardiola tidak pernah sekalipun kalah dari Tuchel. Rinciannya adalah empat kemenangan dan sekali imbang.

Thomas Tuchel Kagumi Pep Guardiola

Setelah Thomas Tuchel ditunjuk sebagai pelatih baru Chelsea, maka persaingan antara Tuchel dengan Guardiola bakal berlanjut di Inggris. Partai semifinal FA Cup nanti merupakan kali pertama Tuchel menghadapi Guardiola sebagai manajer Chelsea.

Thomas Tuchel mengaku sangat kagum dengan sosok Pep Guardiola. Bahkan, manajer asli Jerman itu menjadikan Guardiola sebagai panutannya.

“Dia sangat berpengaruh bagi saya. Ketika dia menjadi pelatih Barcelona, saya tidak punya kesempatan mengenalnya secara pribadi. Saya menonton hampir setiap pertandingan dan sangat terkesan dengan cara mereka mewujudkan kesuksesan, gayanya, pemain-pemain akademi, hingga penguasaan bola,” ujar Tuchel di situs resmi klub.

“Hal yang paling mengesankan dari tim ini adalah bagaimana mereka bertahan saat kehilangan bola. Saya belajar banyak dengan menonton mereka dan lebih memahami permainan, betapa berani Anda mendekati permainan.”

“Itu adalah pelajaran yang sangat berharga. Saya adalah pelatih di akademi dan kemudian menjadi pelatih di Mainz. Hampir setiap pertandingan adalah pelajaran di masa itu. Kemudian saya memiliki kesempatan untuk bermain melawannya, yang tidak selalu menyenangkan!”

Thomas Tuchel punya catatan buruk ketika harus berjumpa dengan Pep Guardiola. Meski demikian, ia optimistis bakal mampu mematahkan rekor buruk tersebut.

“Saya bermain imbang dalam beberapa pertandingan dengan Dortmund, jadi kami nyaris. Sekarang saatnya kami mengalahkan mereka dan peluang berikutnya adalah besok,” tandasnya.