Buaksib.com – Pelatih Persela Lamongan, Iwan Setiawan, mengungkapkan persiapan timnya untuk menghadapi seri ketiga BRI Liga 1 2021/2022. Dia mengatakan jika semuanya berjalan dengan baik dan sesuai rencana.

Persiapan Persela Lamongan untuk Laga Malam Piala Menpora
Pemain Persela sedang menjalani latihan.

 

Akan tetapi, kekuatan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut masih belum lengkap sepenuhnya. Pasalnya, ada dua pemain krusial yang sedang mengalami cedera sehingga tak bisa mengikuti program Latihan.

”Ada Ivan Carlos sama Jabar Sharza. Jadi dua pemain asing kami belum bisa ikut latihan,” ucap Iwan Setiawan, Sabtu (13/11/2021).

Jabar Sharza dan Ivan Carlos sendiri mengalami cedera pada saat Persela Lamongan berhadapan dengan Barito Putera. Mereka berdua memiliki cedera hamstring.

Selain itu, yang saat ini menjadi fokus persiapan Persela adalah melengkapi kekurangan yang terlihat di seri kedua sebelumnya. Fokus mereka akan lebih banyak berada di lini pertahanan dan lini serang.

Di seri kedua, Persela Lamongan hanya mencetak enam gol dan kebobolan tujuh gol. Laskar Joko Tingkir meraih total enam poin dari satu kemenangan, satu kali imbang dan satu kali kalah.

”Kami kembali memperbaiki masalah organisasi pertahanan, itu satu. yang kedua kami coba memperbaiki dimana kami punya banyak kesempatan untuk mencetak gol tapi itu menjadi titik lemah kami,” bebernya.

”Banyak peluang yang tidak bisa dikonversi menjadi gol. Jadi itu yang kami perbaiki dalam hal finishing touch,” ungkap juru taktik kelahiran Medan, Sumatera Utara itu.

Lawan Tangguh Persela Lamongan

Akan tetapi, Iwan mengaku jika tantangan yang akan dihadapi timnya di seri ketiga akan lebih berat. Pasalnya, mereka akan berhadapan Dengan lawan yang cukup Tangguh.

Persela Lamongan akan berhadapan dengan Bali United, Borneo FC, Persikabo 1973, PSM Makassar, Bhayangkara FC, dan PSS Sleman. Selain itu, mereka juga akan Kembali berhadapan dengan Persipura dan Persita.

”Saya melihat lawan-lawan kami di seri ketiga tidak ubahnya seperti halnya di seri pertama dan seri kedua. Jadi artinya kami melihat bahwa semua lawan kami di Liga 1 adalah lawan yang tangguh,” jelas Iwan.

”Tidak ada pengecualian, karena kan kami bisa melihat dari data. Siapa yang bisa kita bilang tim lemah, tidak ada. Ternyata tim lemah bisa bobol tim kuat,” tukasnya.