Buaksib.com – Miralem Pjanic musim ini baru bergabung dengan Barcelona, tepatnya pada September 2020 lalu. Gelandang asal Bosnia ini ditukar dengan eks gelandang Blaugrana, Arthur Melo. Arthur hengkang ke Juventus dengan menelan biaya 72 juta Euro plus 10 juta Euro. Sedangkan Pjanic hijrah ke Barcelona dengan mahar 60 juta Euro.

Diprediksi Akan Bersinar, Miralem Pjanic Malah Melempem
Miralem Pjanic

Cibiran datang dari para Cules, sebutan fans tim Catalan. Mereka menilai bahwa transfer ini sangat menguntungkan Juventus. Sebab usia Arthur yang terbilang cukup muda yaitu 23 tahun pada saat itu dan masih mempunyai waktu untuk mengembangkan potensinya. Sementara Pjanic sudah berusia 30 tahun.

Cules sepenuhnya menyalahkan soal buruknya sistem transfer eks presiden klub Barcelona, Josep Maria Bartomeu dan Eric Abidal. Buntutnya keduanya pun secara resmi telah mengundurkan diri. Namun transfer ini bukannya tanpa pertimbangan, karena situasi keuangan Blaugrana yang memburuk.

Alasan Pertukaran Kedua Pemain

Arthur Melo sebelumnya menegaskan bahwa dirinya tidak ingin pindah klub dan mau bertahan di Camp Nou. Namun, karena kondisi keuangan klub yang memburuk para pemain tanpa terkecuali mendapat pemotongan gaji.

Sang gelandang asal Brazil itu mendapat potongan gaji menjadi 3 juta Euro saja di Barcelona. Sementara itu Juventus datang dan menawarkan gaji 7 juta Euro kepada sang pemain. Arthur pun memilih Bianconeri sebagai klub barunya. Selain itu, pelatih Juventus berjanji akan memberi waktu bermain yang lebih banyak kepada sang pemain.

Jika gelandang asal Brazil itu tidak dijual, Barcelona pun masih harus membayarkan sisi hutang ke klub lamanya, Gremio. Mereka masih terlilit hutang sebesar 20 juta Euro ketika memboyong sang pemain dari Gremio.

Namun, transfer ini tetap dikatakan aneh. Alasannya karena Blaugrana sejatinya ingin memperkecil pengeluaran dengan menjual Arthur dengan gaji sebelumnya 5 juta Euro. Malahan akan bertambah boros dengan memboyong Pjanic yang gajinya bernilai 6 juta Euro.

Meskipun begitu, Barcelona dipercaya memboyong Pjanic karena ingin memanfaatkan pengalamannya yang telah membela klub-klub besar sebelumnya. Pihak klub ingin sang pemain menuangkannya ketika bermain dan membawa dampak yang besar bagi klub. Selain itu pihak klub ingin menambahkan persaingan di lini tengah tim.

Gelandang asal Bosnia ini dikenal sebagai The Next Pirlo. Di Italia sang pemain dikenal sebagai gelandang yang hebat. Bersama Bianconeri sang gelandang telah bermain sebanyak 178 laga dengan koleksi 22 gol dan 41 assist. Pemain ini sudah meraih gelar 4 scudetto dan 2 Coppa Italia

Pjanic Seakan Tenggelam Di Barcelona

Kesuksesannya di Italia berbanding terbalik dengan kondisinya di Spanyol setidaknya sampai sejauh ini. Pjanic musim ini hanya tampil sebanyak 24 kali tetapi hanya 5 kali bermain 90 menit. Sisanya dia tampil sebagai pemain pengganti atau menjadi penghias bangku cadangan.

Dengan total menit bermain yang sangat sedikit itu pula, Pjanic belum pernah mencatatkan gol ataupun assist. Puncak performa buruknya adalah saat Pjanic ditunjuk menjadi eksekutor penalti di laga 16 besar Copa Del Rey melawan Rayo Vallecano. Sang gelandang gagal menunaikan tugasnya sebagai eksekutor pada laga itu.

Hal itu dipercaya menambah kesulitan sang pemain untuk bersaing di lini tengah. Apalagi performa Frenkie De Jong yang sedang di atas angin ditambah performa dari Sergio Busquets yang telah lama membela Blaugrana.

Ronald Koeman sering menggunakan formasi 4-2-3-1. Dengan formasi ini sang pelatih menggunakan dua pemain sebagai pivot. Berdasarkan performa apiknya, dua posisi ini sering dipercayakan kepada duet Sergio Busquets dan Frenkie De Jong. Hal ini terjadi karena performa buruk yang kerap dialami eks gelandang Juventus tersebut.