Buaksib.com – Bomber Kyzysztof Piatek mengaku masih belum bisa mencetak banyak gol karena masih kesulitan memahami sistem sang allenatore anyar, Marco Giampaolo.

Di bawah asuhan Giampaolo, Piatek masih minim kontribusi
Krzysztof Piątek

 

Musim lalu, Milan menerapkan formasi 4-3-3 dan Piatek sangat cocok bermain sebagai penyerang tengah. Selama setengah musim membela AC Milan, ia sukses membukukan 11 gol dari 21 pertandingan yang ia lakoni. Namun, ketajamannya seakan hilang di awal musim 2019/2020.

Banyak yang menduga hal tersebut terjadi karena adanya perubahan taktik yang digunakan oleh Giampaolo. Pelatih berusia 52 tahun ini lebih menyukai formasi 4-3-1-2 yang artinya di lini serang hanya diisi oleh dua penyerang.

Formasi yang diusung Giampaolo tersebut memaksa Piatek tidak bermain pada posisi favoritnya. Ia bermain sejajar dengan duetnya di lini serang dan tentunya sesekali harus bermain melebar. Piatek tampil tak sesuai harapan di laga pra-musim dan hingga memasuki pekan kedua Serie A, ia masih belum bisa mencetak gol.

Kendala Piatek di AC Milan

Pemain asal Polandia tersebut akhirnya angkat bicara menanggapi kritikan terkait performanya di lapangan. Ia menyebuat ada dua kendala yang harus segera ia atasi.

Kendala pertama yang ia akui adalah persoalan fisik sedangkan yang kedua karena ia masih berusaha untuk mencerna taktik yang diterapkan Giampaolo.

“Saya secara fisik tidak dalam kondisi yang baik setelah latihan pra-musim dan tidak mudah untuk mempelajari sistem taktis Giampaolo. Jadi ini bisa memakan waktu,” ucapnya di channel YouTube asal Polandia, FootTruck.

“Kami ingin menjaga bola untuk waktu yang lama, tapi saya pikir kadang-kadang kita harus mencoba sedikit memainkan bola-bola panjang. Giampaolo sangat menuntut dan selalu memiliki 15 opsi terbuka untuk setiap pergerakan,” terangnya.

Siap Bekerja Lebih Keras

Piatek juga menuturkan bahwa performa dirinya dan Milan saat ini belum maksimal karena ada masalah lain. Saat latihan pra-musim kemarin, skuat sering tidak lengkap karena beberapa pemain telat bergabung.

Akan tetapi, Piatek juga mengungkapkan bahwa seiring membaiknya performa Rossoneri, ia juga akan bekerja lebih keras lagi untuk mengasah ketajamannya.

“Itu sulit di pra-musim ketika sebagian besar pemain tidak ada di sana, tapi kami sekarang semakin baik dari hari ke hari. Saya mencoba untuk bergerak seperti yang diinginkan pelatih, karena saya tahu itu akan membuat saya menjadi lebih baik,” ujarnya.

“Di Italia, mereka mengatakan saya adalah penyerang tengah khas Polandia, karena saya selalu berada di dalam kotak penalti. Statistik tidak menunjukkan itu, tetapi orang-orang mengatakan saya perlu berusaha untuk lebih sering bermain di luar kotak penalti,” tutup Piatek.

AC Milan akan menghadapi Verona di laga pekan ketiga Serie A. Setelah laga tersebut, mereka harus bersiap menghadapi rival sekota, Inter Milan, pada pekan kelima Serie A. Publik San Siro tentunya berharap Piatek dapat segera menemukan ketajamannya kembali untuk mengarungi kompetisi musim 2019/2020.