Buaksib.com – Dejan Lovren merasa yakin betul bahwa saat ini Liverpool sedang merindukan kehadirannya. Seperti diketahui, The Reds mengalami krisis bek tepat setelah pemain asal Kroasia tersebut meninggalkan Anfield.

Dejan Lovren
Dejan Lovren ketika masih berseragam Liverpool

 

Pemain berusia 31 tahun tersebut hengkang dari Liverpool di bulan Agustus 2020 lalu setelah menghabiskan enam tahun bersama The Reds. Salah satu alasan yang membuat ia hengkang adalah menit bermain yang sangat minim. Di samping itu, tidak ada jaminan situasi akan membaik di musim 2020/21 ini.

Nahas bagi Liverpool, setelah Dejan Lovren pergi, masalah di sektor pertahanan datang tanpa henti. Bek andalan Jurgen Klopp, Virgil van Dijk menderita cedera parah dan harus absen lama. Hal serupa juga dialami oleh Joe Gomez. Pada akhirnya, pelatih asal Jerman itu dipaksa memainkan gelandang di posisi bek tengah.

Liverpool Rindukan Dejan Lovren

Dejan Lovren meyakini bahwa saat ini Liverpool merindukan dirinya, lebih daripada dia merindukan teman-temannya di Anfield. Ia merasa meninggalkan Liverpool adalah keputusan yang tepat dan tidak perlu disesali.

“Tidak, saya tidak menyesalinya. Keputusan saya di musim panas lalu sudah sangat jelas –meninggalkan Liverpool dan saya tidak menengok ke belakang lagi,” terang Lovren dikutip Goal International.

“Saya kesal musim lalu karena tidak bermain, tapi saya tahu situasinya sudah berbeda. Saya kira sekarang Liverpool lebih merindukan saya daripada saya merindukan mereka.”

“Jurgen Klopp tahu ini, sebab kami masih berbicara. Baru-baru ini dia mengirim pesan kepada saya: ‘kami merindukan Anda’,” tambah Dejan Lovren.

Dejan Lovren saat ini menjadi andalan di lini belakang klub raksasa Rusia, Zenit St Petersburg. Bagaimanapun, ia mengakui bahwa dirinya telah belajar banyak hal selama memperkuat Liverpool.

“Saya kira soal etos kerja. Klopp mengubah pemain untuk bekerja lebih keras,” ujar Lovren.

“Karena itulah saya ingin menunjukannya pada semua orang. Tidak penting Anda bermain melawan Arsenal Tula, Lazio, atau Borussia Dortmund, kondisi tim harus selalu sama”.

“Itulah yang saya pelajari di Liverpool, bukan hanya saat melawan Chelsea dan MU Anda harus memberikan yang terbaik,” tandasnya.