Buaksib.com – Para pecinta sepakbola, terutama para penggemar Barcelona pasti mengenal nama bek kanan legendaris Barca, Dani Alves. Bersama dengan Barca, Alves telah mengemas hampir 400 penampilan, namun akhirnya hengkang pada tahun 2016. Alves pun mengungkap alasannya hengkang kala itu.

Dani Alves Ungkap Alasan Utamanya Tinggalkan Barcelona
Dani Alves saat masih berseragam Barcelona

Tak Percaya Manajemen

Dani Alves merupakan salah satu sosok pemain legendaris Barcelona. Bek kanan asal Brazil itu bergabung bersama raksasa Catalan dari Sevilla pada tahun 2008 silam. Selama memperkuat Barca, Alves telah mencatatkan total 391 penampilan. Ia juga sukses persembahkan sejumlah trofi, termasuk tiga gelar Liga Champions dan 6 gelar La Liga.

Namun, kebersamaan Dani Alves bersama Barcelona harus berakhir pada tahun 2016, tak lama setelah ia menjuarai Liga Champions bersama klub Catalan. Setelah hengkang dari Barca, Alves pun merapat ke Juventus. Sejak saat itu, Alves telah beberapa kali berganti klub, dan yang teranyar adalah São Paulo.

Baru-baru ini, seperti dikutip dari Marca via Daily Mail, Alves membeberkan alasan utamanya meninggalkan Barcelona pada tahun 2016 silam. Alves mengungkapkan alasan tersebut dalam sesi Q&A bersama jutaan pengikutnya di Instagram. Menurut Alves, ia meninggalkan Barca karena tahu bahwa saat itu, Barca sudah benar-benar rusak.

Peraih tiga gelar Piala Dunia Antarklub ini juga mengungkapkan bahwa manajemen Barca saat itu tak pernah jujur kepadanya. Alves mengatakan bahwa Barca berniat menjualnya setelah delapan tahun setia kepada klub yang bermarkas di Camp Nou itu. Namun menurut Alves, manajemen Barca tak pernah mengatakan itu secara terang-terangan kepadanya.

“Saya tak percaya kepada pemimpin yang menjabat kala itu,” Kata Alves. “Setelah itu, semua membuktikan bahwa yang saya katakan benar. Sebagai orang pertama yang mengatakan itu (Barca sudah rusak) mereka memanggil saya gila. Tapi selalu saya katakan pada mereka…’Saya orang gila yang baik’.”

Bukti Ketidakpercayaan Dani Alves

Ketidakpercayaan Dani Alves terhadap manajemen Barcelona akhirnya benar-benar terbukti beberapa tahun selepas sang defender meninggalkan klub. Selepas tahun 2015, Barca jarang berinvestasi untuk skuadnya sendiri. Sebaliknya, mereka justru menjual sejumlah pemain penting, termasuk Luis Suárez yang hengkang di awal musim 2020/2021.

Kepergian sejumlah bintang ternyata membuat masalah Barcelona semakin bertambah panjang dan membuat megabintang mereka Lionel Messi juga ingin hengkang. Messi disebut sangat marah kepada manajemen Barca karena telah menjual Suárez. Ia bahkan sempat mengajukan permintaan transfer kepada manajemen.

Rusaknya manajemen Barca juga ikut berimbas pada penurunan drastis performa klub asal Catalan tersebut, terutama di ajang antarklub Eropa. Barcelona tercatat terakhir kali menjuarai Liga Champions pada tahun 2015 silam. Artinya, klub yang kini diasuh Ronald Koeman itu sudah puasa gelar Liga Champions selama enam musim lamanya.

Sekarang, Barcelona berada di bawah kepemimpinan presiden baru, Joan Laporta setelah mundurnya presiden sebelumnya, Josep Maria Bartomeu. Sebagai presiden baru, Laporta menjanjikan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. Kita lihat saja apakah Laporta akan berhasil memperbaiki sejumlah kerusakan yang terjadi di era Bartomeu.