Buaksib.comArsenal memutuskan untuk tidak menyertakan nama Mesut Ozil dalam daftar 25 pemain untuk Premier League 2020/21 ini. Keputusan tersebut menimbulkan pro dan kontra dari berbagai pihak. Bahkan, sejumlah pengamat Premier League menilai keputusan itu justru akan berbalik menyulitkan The Gunners.

Mesut Ozil
Mesut Ozil

 

Mesut Ozil masih belum dimainkan sejak lockdown beberapa bulan lalu. Selasa (20/10) kemarin, Arsenal mengumumkan daftar pemain pemain untuk Premier League musim ini. Seperti yang sudah diduga sebelumnya, The Gunners tidak akan memasukkan nama Ozil ke dalam daftar tersebut.

Sebelumnya, nama Mesut Ozil tidak dimasukkan ke dalam daftar skuat untuk fase grup Liga Europa. Artinya, pemain berpaspor Jerman tersebut tidak akan berpartisipasi di kompetisi antarklub Eropa hingga Februari 2021 mendatang. Saat ini Ozil memang memasuki tahun terakhir kontraknya. Berarti, ada kemungkinan dia telah memainkan pertandingan terakhirnya untuk Arsenal jika dilepas di Januari mendatang.

Pencoretan Mesut Ozil

Sejauh ini, tidak ada yang mengetahui pasti apa alasan Arsenal mencoret nama Ozil. Alasan malas latihan atau gaji besar sudah tidak meyakinkan lagi. Kabarnya, ia memiliki masalah internal dengan direksi klub.

Terlepas dari itu, mencoret nama Mesut Ozil dari daftar skuat merupakan keputusan berisiko. Setidaknya itulah pandangan dari mantan pemain Arsenal yang kini menjadi analis Premier League, Paul Merson.

“Dia [Ozil] sungguh berbakat. Jadi, dengan mencoretnya dari skuat, sugguh tidak masuk skuat, adalah perjudian besar oleh Arsenal,” ujar Merson kepada Sky Sports.

“Sejujurnya saya sangat terkejut ketika mendengar dia tidak masuk skuat. Sebab, saya merupakan salah satu penggemar beratnya.”

Merson pun mengingat kembali bahwa permainan dan performa Mesut Ozil sebenarnya masih memuaskan. Ia mengingat kembali periode singkat musim lalu, mulai Desember hingga Maret. Kala itu, mantan pemain Real Madrid tersebut menjadi starter pada 10 laga secara beruntun di ajang Premier League.

“Saya kira ketika dia mencapai level terbaiknya, dia bisa bermain dengan luar biasa. Anda hanya perlu mengingat masa-masa sebelum lockdown, dia masih bermain,” sambungnya.

“Dia bermain untuk tim Arteta, jadi ketika dia sudah kembali buktikan diri dan tidak masuk tim, bahkan tidak masuk skuat, tentu saya sangat terkejut,” tutup Merson.