Buaksib.comBayern Munchen menjadi salah satu klub yang cukup aktif dalam bursa transfer musim panas kemarin. Die Roten total telah mendatangkan setidaknya 5 nama baru untuk mengisi skuad utama di musim 2020/2021. Dari kelima nama tersebut, Eric Maxim Choupo-Moting menjadi yang paling banyak mendapat perhatian setelah transfer Leroy Sane.

Transfer Choupo-Moting ke Bayern dianggap tidak perlu, namun sang striker disebut memiliki kualitas yang sama dengan Lewandowski dan Ibrahimovic, benarkah?
Eric Maxim Choupo-Moting

Pasalnya, transfer Choupo-Moting dianggap tidak begitu perlu sehingga menimbulkan banyak pertanyaan publik. Namun, striker asal Kamerun itu disebut memiliki kualitas yang sepadan dengan Robert Lewandowski dan Zlatan Ibrahimovic. Benarkah begitu?

Transfer Kejutan

Geliat Bayern pada bursa transfer musim panas tahun 2020 dinilai cukup mengejutkan. Pada penghujung jendela transfer tersebut, mereka sukses mendaratkan 4 pemain sekaligus dalam waktu kurang dari 24 jam. Marc Roca, Bouna Sarr, Douglas Costa, dan Eric Maxim Choupo-Moting menjadi rekrutan terakhir Bayern musim ini.

Dari seluruh punggawa anyar yang berhasil digaet Bayern, nama Choupo-Moting menjadi salah satu yang cukup banyak diperbincangkan. Ia diboyong dari klub raksasa Ligue 1 Perancis, Paris Saint Germain dengan status free transfer. Namun, banyak orang yang terkejut dan bertanya-tanya tentang tujuan Die Roten mendatangkan pemain 31 tahun tersebut.

Pasalnya, skuad Bayern dinilai sudah komplit apabila ditinjau dari segala sisi. Terutama lini depan yang dihuni oleh para penyerang berdarah dingin seperti Robert Lewandowski, Thomas Muller, hingga Joshua Zirkzee. Tak ayal, kehadiran Choupo-Moting di lini depan Bayern dianggap tidak begitu penting.

Hanya Kurang Satu

Namun, pendapat berbeda datang dari mantan pemain Bayern periode 2013-2016, Jan Kirchoff. Pemain yang kini berlaga di kasta ketiga Liga Jerman tersebut menilai bahwa Choupo-Moting merupakan pemain yang memiliki keistimewaan tersendiri.

Menurut Kirchoff, performa Choupo-Moting memang pantas dinilai kurang maksimal apabila dilihat dari statistik pertandingannya. Namun di sisi lain, Kirchoff tahu betul letak kelebihan striker Timnas Kamerun tersebut.

Kirchoff mengaku kerap melihat cara bermain Choupo-Moting yang dianggap cukup mumpuni sebagai seorang striker papan atas. Ia memiliki kualitas kontrol bola dan dribling yang baik. Kecepatan dan visi bermainnya di atas lapangan pun tak bisa diremehkan.

Bahkan, Kirchoff tak segan membandingkan Choupo-Moting dengan dua striker ternama di dunia seperti Robert Lewandowski dan Zlatan Ibrahimovic. Menurutnya, yang membedakan Choupo-Moting dengan dua striker terbaik dunia itu hanyalah soal konsistensi dalam penyelesaian akhir saja.

Catatan Buruk Choupo-Moting?

Jika bicara soal statistik, penampilan Choupo-Moting memang tidak bisa dikatakan buruk. Ia memiliki segudang pengalaman dengan bermain bersama sejumlah klub papan atas eropa.

Pemain jebolan akademi Hamburg tersebut tercatat pernah berseragam Mainz, Schalke, Stoke City, hingga PSG. Sayangnya, dari sejumlah klub yang pernah dibelanya, penampilan Choupo-Moting tampak biasa saja dan sinarnya tak pernah terlihat menyilaukan.

Musim lalu, ia mampu menciptakan 6 gol dari 20 penampilan di semua ajang. Choupo-Moting menjadi sosok penting bagi PSG yang sukses menginjakkan kakinya di partai final Liga Champions musim lalu. Satu gol dan satu assistnya pada laga semifinal melawan Atalanta menjadi penyambung nyawa Les Parisien di ajang tersebut.

Kini, bersama Bayern, Choupo-Moting berpeluang untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. Hal itu dibuktikannya dengan debutnya bersama The Bavaria saat berjumpa Düren Merzenich di kompetisi DFB Pokal, Jumat (16/10) dinihari tadi. Dirinya berhasil mencetak gol pertamanya bahkan 2 gol sekaligus di laga debutnya bersama Bayern.