Buaksib.com – Mario Balotelli sebelumnya sempat menjadi bagian dari Inter Milan di periode 2007 hingga 2010. Salah satu partnernya disana adalah Zlatan Ibrahimovic.

Cerita Ibrahimovic yang Dulu Sempat Remehkan Mario Balotelli
Mario Balotelli.

 

Balotelli sendiri bercerita jika dulunya dia pernah diremehkan oleh Zlatan Ibrahimovic. Menurutnya dulu Ibrahimovic mengatakan jika dia masih belum cocok untuk memperkuat tim utama.

Akan tetapi, Balotelli ternyata berhasil membuat Zlatan Ibrahimovic merubah penilaian tentang dirinya. Bahkan, Zlatan meminta sang agen, Mino Raiola untuk menjadikan Mario Balotelli sebagai salah satu kliennya.

“Ketika masih remaja, saya melihatnya dan dia berkata pada saya kalau saya takkan pernah berlatih dengan tim utama,” ucap Balotelli dalam tanya jawab dengan Fabio Cannavaro di live Instagram, saat disadur dari Football Italia.

“Dia bilang kalau saya tak cukup bagus untuk bermain di sana. Namun, dia kemudian menemui Raiola, bilang kepadanya untuk mengajak saya karena saya lebih baik darinya.”

Mario Balotelli sendiri hingga kini adalah salah satu klien Mino Raiola, bersama Ibrahimovic dan Gianluigi Donnarumma. Setelah berada di Inter Milan, dia kemudian memperkuat Man City, AC Milan, Liverpool, Nice, Marseille, dan kini dia membela Brescia. Dia memperkuat Brescia sejak awal musim 2019/2020.

Mario Balotelli Ingin Anaknya Jadi Pemimpin Ultras Napoli

Disisi lain, Balotelli masih punya sedikit keinginan untuk memperkuat Napoli di suatu hari nanti. Penyerang 29 tahun tersebut bahkan ingin anak perempuannya menjadi pemimpin ultras Napoli.

Kekaguman Balotelli kepada Napoli memang sudah menjadi rahasia umum. Dulunya, dia bahkan pernah mengatakan jika Napoli adalah satu-satunya klub di Italia yang ingin dia perkuat jika ke Italia. “Saya mencobanya,” lanjut Balotelli.

“Saya akan sangat senang di Napoli. Sudah pasti saya serius. Saya akan menjadikan putri saya seorang pemimpin ultras, karena dia mendukung Napoli,” imbuh Balotelli.

“Saya menyanyikan ‘Brescia, Brescia’ kepadanya, tapi dia tetap mendukung Napoli. Dia sangat senang ketika saya membawanya ke San Paolo. Dia begitu terpesona.”

“Selalu menyenangkan bermain di sana, meski menurut saya Stadion yang paling indah adalah San Siro,” tandasnya.