Buaksib.com – CEO RB Leipzig, Oliver Mintzlaff angkat bicara terkait rumor kepindahan Timo Werner ke Chelsea. Ia menyebut bahwa hingga saat ini belum ada tawaran resmi dari klub asal London Barat tersebut.

CEO RB Leipzig Bantah Sudah Sepakat Jual Timo Werner ke Chelsea
Bomber RB Leipzig, TImo Werner

 

Timo Werner sedang menjadi properti panas jelang bursa transfer musim panas tahun ini. Hal itu terjadi setelah dirinya berhasil tampil moncer dalam dua musim terakhir bersama RB Leipzig. Bahkan, di musim ini ia sudah mengemas 31 gol di ajang Bundesliga.

Setidaknya ada tiga tim asal Inggris yang berminat merekrut bomber berusia 24 tahun tersebut. Mereka adalah Liverpool, Chelsea, dan Manchester United. Sebelumnya ia lebih sering dikaitkan dengan Liverpool.

Liverpool dikabarkan mundur dari perburuan Timo Werner. Hal itu dikarenakan klausul pelepasang sang bomber yang tidak mampu mereka penuhi. Sementara itu, Manchester United tidak begitu gencar dikaitkan dengan Werner. Alhasil, Chelsea menjadi yang terdepan dalam perburuan Werner. Dalam beberapa hari terakhir, The Blues bahkan diberitakan telah mencapai kesepakatan dengan sang bomber.

Belum Ada Kesepakatan Terkait Transfer Timo Werner

CEO RB Leipzig, Oliver Mintzlaff membantah kabar yang menyebut pihaknya sudah sepakat untuk menjual Timo Werner ke Chelsea. Ia mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum ada tawaran resmi dari kubu The Blues untuk sang bomber.

“Sejauh ini kami belum mencapai kesepakatan apapun dengan Chelsea,” ujar Mintzlaff seperti dikutip Sportsmole.

Lebih lanjut, Mintzlaff juga mengatakan bahwa rumor transfer Timo Werner ke Chelsea di musim panas nanti hanya sebatas hipotesis semata. Secara resmi belum ada klub yang mengaktifkan klausul pelepasan striker Timnas Jerman tersebut.

“Sejauh ini Werner belum mengaktifkan klausul rilisnya. Selain itu belum ada satupun klub yang mengirimkan permintaan transfer,” ujarnya.

Timo Werner dikabarkan punya klausul rilis yang cukup besar di bursa transfer musim panas nanti. Chelsea atau klub peminat lainnya harus membayar sekitar 54 juta Pounds untuk mendapatkan tanda tangannya.

Chelsea menjadi yang terdepan karena kondisi finansial mereka dinilai masih cukup sehat meski dihantam pandemi virus Corona. Hal ini dikarenakan mereka baru membeli satu pemain sejak Januari 2019 lalu akibat sanksi larangan transfer dari FIFA.