Buaksib.com – Pelatih Timnas Indonesia U-17, Bima Sakti tak ingin nasib anak asuhnya untuk lolos ke putaran final Piala Asia U-17 tergantung dengan tim lain. Maka dari itu, Tim Merah Putih harus bermain all out di setiap pertandingan.

Bima Sakti: Performa Timnas Indonesia U-16 Berkembang Pesat U-17
Bima Sakti, pelatih Timnas U-16.

 

Untuk bisa lolos ke putaran final, Timnas U-17 harus menjadi juara Grup B Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Atau, mereka harus menjadi salah satu dari enam runner up terbaik.

Pada saat ini, Timnas Indonesia U-17 duduk di puncak klasemen sementara Grup B dengan mengantongi enam poin. Jumlah poin Tim Merah Putih sama dengan yang didapat oleh Uni Emirat Arab.

Akan tetapi, Timnas U-17 unggul selisih gol dan baru bertanding sebanyak dua kali. Sedangkan UEA sudah memainkan tiga pertandingan.

“Kami punya cita-cita, kami tidak tergantung tim lawan. Jadi harus memaksimalkan setiap kesempatan,” ucap Bima Sakti.

Timnas Indonesia U-17 Harus Respect

Di laga ketiganya, Timnas U-17 akan menghadapi Palestina. Pertandingan ini akan digelar pada, Jumat (6/10/2022) malam WIB di Stadion Pakansari, dan disiarkan langsung di Indosiar.

Di dua pertandingan sebelumnya, Tim Merah Putih berhasil membantai Guam 14-0 dan menang dari Uni Emirat Arab dengan skor 3-2. Sedangkan Palestina terakhir kalah dari Malaysia dengan skor 0-4 dan kalah 2-3 dari UEA.

Meski begitu, hal ini tak begitu saja membuat Bima Sakti merasa bangga. Pasalnya, dia melihat jika Palestina berpotensi akan memberi kejutan untuk Timnas Indonesia U-17.

“Kami sempat mengambil video pertandingan Palestina. Mereka tim yang bagus dan kekuatannya merata. Mereka juga bisa mempersulit UEA,” tambah Bima Sakti.

Disisi lain, untuk menghormati korban di tragedy Kanjuruhan, PSSI mengumumkan peniadaan supporter di Kualifikasi Piala Asia U-17 2023. Akan tetapi, itu tak mengurangi rasa semangat tanding Arkhan Kaka dan kolega.

“Untuk pemain, tidak ada pengaruh. Sebab, ada atau tidaknya penonton, kami tetap semangat bertanding,” ucap Arkhan Kaka usai menang dari UEA.

Hal ini ditanggapi juga oleh pelatih Timnas Indonesia U-17 yang mendukung keputusan PSSI meniadakan penonton di Kualifikasi Piala Asia U-17.

“Kami sepakat dengan PSSI yang menggelar kualifikasi tanpa penonton sebagai bentuk menghargai dengan kejadian di Kanjuruhan,” ucap Bima Sakti.

“Banyak saudara kita yang meninggal dunia. Keluarga yang ditinggalkan pasti sedih,” tandas pelatih yang baru saja membawa timnas U-16 meraih juara Piala AFF U-16 2022 tersebut.