Buaksib.com – Kompetisi Bundesliga Jerman kini sudah kembali dimulai, meski tanpa kehadiran para penonton. Atmosfer yang berbeda pun dirasakan oleh para pemain, termasuk oleh bek kiri Borussia Monchengladbach, Ramy Bensebaini. Menurutnya, bermain di Bundesliga sekarang terasa seperti bermain di pertandingan persahabatan.

Menurut bek kiri Borussia Monchengladbach, Ramy Bensebaini, bermain di Bundesliga sekarang lebih terasa seperti bermain di pertandingan persahabatan.
Ramy Bensebaini

Laga Bundesliga Tertutup Buat Motivasi Menurun

Pandemi virus Corona beberapa bulan ke belakang telah menghentikan sejumlah kompetisi sepakbola Eropa, termasuk Bundesliga. Namun, kompetisi kasta tertinggi Jerman tersebut kini sudah mulai aktif menggelar pertandingan. Meski begitu, guna mencegah penyebaran virus, pihak penyelenggara masih belum mengizinkan para penonton untuk hadir langsung di stadion.

Kosongnya stadion setiap kali pertandingan dilangsungkan otomatis membuat atmosfer pertandingan tersebut terasa berbeda. Hal inilah yang dirasakan oleh para pemain, termasuk bek kiri Borussia Monchengladbach. Ramy Bensebaini. Ia berpendapat bahwa suasana sepinya stadion membuat motivasi berlaganya sedikit menurun.

Tanpa para penonton, para pemain yang berlaga pun tak dapat merasakan teriakan penyemangat dari para pendukung setianya. Hal semacam ini membuat Bensebaini merasa kesulitan menemukan motivasi saat berlaga. Pemain asal Algeria itu bahkan menyebut bahwa situasi ini membuat laga terasa tak jauh berbeda dengan laga persahabatan.

“Rasanya seperti kami sedang memainkan laga persahabatan.” Kata Bensebaini menanggapi situasi Bundesliga saat ini, dilansir dari BBC. “Sulit menemukan motivasi bermain ketika kami harus bermain tanpa disaksikan oleh siapapun. Tapi kami harus tetap totalitas dalam bermain.”

Dalam beberapa pertandingan pembuka usai pandemi, Gladbach sukses memenangi sejumlah pertandingan away. Menurut Bensebaini, salah satu faktor yang membuat ini terjadi adalah kurangnya dukungan dari tuan rumah. Ia juga mengaku bahwa situasi seperti sekarang sudah pernah ia alami saat ia bermain di Prancis.

“Momen seperti sekarang bukanlah yang pertama sepanjang karir saya.” Katanya. “Saya sudah pernah bermain tanpa penonton. Itu terjadi saat saya masih bermain di Prancis. Dan ketika kau benar-benar tak merasa bermain di kandang, maka bagi tim lain, rasanya pun akan sama juga.”

Jerman Lebih Disiplin

Bensebaini yang dulu sempat bermain di Prancis juga merasakan perbedaan antara Jerman dan Prancis. Ia merasa, kedisiplinan di Bundesliga Jerman lebih ditekankan ketimbang kompetisi Ligue 1 Prancis. Saat pertama kali datang, ia bahkan mengaku pernah terlambat mengikuti sesi latihan hingga mendapat teguran dari sang pelatih.

“Saya rasa, semuanya diatur lebih ketat di Jerman ketimbang di Prancis.” Lanjut pemain yang telah mengemas 16 penampilan Bundesliga tersebut. “Hampir semuanya. Contohnya di awal musim, ketika saya datang terlambat untuk latihan sebanyak dua hingga tiga kali. Pelatih kemudian mengatakan, ‘hei, kau ini bukan sedang di Prancis, kau sedang di Jerman.’”

“Dia keberatan saat saya datang terlambat. Tapi kemudian, dia sepertinya tak masalah saat saya mengatakan bahwa saya terlambat karena lalu lintas jalanan yang padat. Dia kemudian mengatakan, ‘Jika kau harus berangkat lebih awal, maka lakukanlah!’” Kata Bensebaini menjelaskan proses adaptasinya di Jerman.