Buaksib.com – Masa bulan madu Frank Lampard bersama Chelsea telah usai. Di musim 2020/21 mendatang sudah tidak ada kata ampun bagi sang manajer apabila gagal memenuhi ekspektasi manajemen. Terlebih, di musim panas ini The Blues sudah keluar banyak uang untuk merekrut beberapa nama top.

Frank Lampard
Frank Lampard

 

Musim depan adalah tahun kedua Frank Lampard menjabat sebagai pelatih Chelsea. Pria berusia 41 tahun tersebut meraih hasil apik di musim 2019/20 lalu. Ia mengantarkan The Blues memenuhi harapan finish empat besar di akhir musim.

Kendati begitu, segudang pekerjaan rumah masih harus dibereskan oleh mantan manajer Derby County itu. Chelsea gagal meraih trofi di musim lalu dan kerap tampil inkonsisten. Beruntung, kegagalan tersebut masih bisa dimaafkan karena itu adalah musim pertama Frank Lampard. Terlebih, kala itu situasi Chelsea sedang kurang baik. Mereka berada di tengah embargo transfer dan ditinggal oleh sang bintang, Eden Hazard.

Jelang musim 2020/21 mendatang, Frank Lampard sudah memborong beberapa nama top untuk meningkatkan performa timnya. Oleh sebab itu, ekspektasi kepada dirinya di musim depan pun akan semakin meningkat. Apabila gagal memenuhi ekspektasi itu, bayang-bayang pemecatan pun tidak akan bisa dihindarkan.

Frank Lampard Harus Siap Dipecat

Perubahan situasi Frank Lampard ini diamati oleh analis Premier League, Craig Burley. Menurutnya, Roman Abramovich selaku pemilik Chelsea masih merupakan bos bertangan dingin. Ia tak akan segan memecat pelatih, Lampard tidak akan terus mendapatkan perlakuan istimewa.

“Ya, dia [Lampard] semua harus meningkatkan ekspektasi jika tidak mau dipecat. Dia dikagumi oleh fans Chelsea karena pernah sukses besar di sana. Tapi, Abramovich bukan bos yang sentimental dan dia sudah mendukung Lampard,” ujar Burley kepada ESPN FC.

“Frank Lampard tahu bahwa kini ia harus membuktikan kualitasnya. Saya kira tahun lalu kita sudah cukup melihat bagaimana timnya bermain, ada banyak harapan di sana.”

“Saya kira ada keraguan soal pertahanan timnya pada beberapa kesempatan. Itu adalah masalah yang harus ia bereskan,” imbuhnya.

Andai musim depan Chelsea belum mampu meraih juara, setidaknya Lampard harus menunjukkan progres signifikan kepada Abramovich. Finish empat besar sudah tidak cukup karena ia sudah dibelikan pemain-pemain top seperti Hakim Ziyech, Timo Werner, dan Ben Chilwell.

“Yang paling buruk, andai mereka tidak bisa jadi juara, saya kira setidaknya dia harus bisa menunjukkan kemampuan memangkas selisih poin dari dua tim papan atas,” sambung Burley.

“Dia tidak bisa hanya finish di peringkat keempat tahun depan, dengan jarak 33 atau 32 poin dari pemuncak klasemen, tidak cukup.”

“Jadi selama ada progres, saya kira dia akan mendapatkan waktu,” tandas Burley.