Buaksib.com – Dihentikannya kompetisi sepakbola akibat virus Corona tak selamanya menjadi masalah bagi pemain sepak bola, khususnya bek Persebaya Surabaya, Mokhamad Syaifuddin. Dia adalah satu dari sejumlah pemain yang mengambil sisi positif dari kejadian ini.

Bek Persebaya Punya Banyak Waktu dengan Keluarga Selama Libur
Bek Persebaya, Mokhamad Syaifuddin bersama anaknya.

 

Syaifuddin selama kompetisi dihentikan tetap mengikuti anjuran untuk dirumah saja. Bahkan dia mengatakan jika ia kini jadi punya lebih banyak waktu untuk bisa berkumpul bersama keluarganya.

“Kalau aktivitas di rumah main bareng sama anak wedok (perempuan),” ucap Syaifuddin, Selasa (7/4/2020).

“Kami jadi lebih punya banyak waktu sama keluarga, kumpul-kumpul di rumah,” tambah eks pemain PSS Sleman itu.

Kompetisi Shopee Liga 1 2020 sendiri sempat dihentikan akibat dari merebaknya pandemi virus Corona hingga 29 Mei yang akan datang. Jika kondisi sudah memungkinkan, maka kompetisi akan kembali dilanjutkan pada 1 Juli.

Berharap Wabah Segera Berakhir

Akan tetapi, sang bek Persebaya Surabaya masih tetap berharap pandemi virus Corona yang menyerang sistem pernafasan itu bisa segera berakhir. Jadi, federasi sepak bola Indonesia, PSSI dapat kembali menggelar kompetisi.

“Enggak ada harapan lagi kecuali wabah ini segera selesai, enggak ada korban (lagi) dan kompetisi segera dimulai,” ungkapnya.

Lebih lanjut, selain berkumpul bersama keluarganya, Syaifuddin juga terus fokus dengan pemulihan cedera lutut kanan yang sedang dialaminya. Dia menjalani program yang diberi oleh dokter dan fisioterapis.

Dapat Tugas dari Dokter dan Fisioterapis Persebaya

Selain itu, sang bek juga mendapat tugas yang berbeda dengan pemain lain selama menjalani libur latihan. Tugas yang dimaksud adalah yang diberikan oleh dokter dan fisioterapis tim.

Syaifuddin mendapat tugas berbeda karena dia masih harus fokus dengan pemulihan cedera. Jadi, program yang dijalankan langsung diarahkan oleh tim medis.

“Aktivitas saya karena masih dalam tahap cedera, masih menjalankan program dari fisio dan dokter,” kata Syaifudin.

“Banyak sih, dapat kiriman program bentuk pdf selama seminggu dan seterusnya gitu, fokus ke penguatan,” lanjutnya.

Akan tetapi, hingga kini, sang pemain masih belum bisa menentukan sudah sejauh mana perkembangan pemulihannya. Namun yang jelas, dia masih merasakan sakit di lututnya.