Buaksib.com – Melalui website resmi mereka, Manajemen Barcelona mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pemotongan gaji  kepada seluruh anggota klub hingga akhir musim nanti. Tak hanya klub sepak bola saja, semua bidang olahraga dibawah manajemen Barcelona juga harus merasakan kebijakan tersebut.

Meski menuai keritikan, manajemen Barcelona mengumumkan akan memberlakukan kebijakan pemotongan gaji  kepada seluruh anggota klub hingga akhir musim nanti
Barcelona FC

Tak ayal, hal tersebut menimbulkan perdebatan di sektor internal klub. beberapa dari mereka merasa diperlakukan tidak adil dengan adanya kebijakan tersebut. Namun, ada pula yang menerima kabar itu dengan hati lapang dan berharap semua masalah dapat segera berlalu.

Barcelona Alami Krisis Finansial

Alasan utama manajemen Barcelona memberlakukan kebijakan pemotongan gaji karyawan adalah karena krisis finansial. Wabah virus corona yang menyerang sebagian wilayah eropa menyebabkan seluruh kompetisi olahraga harus ditunda sementara. Penundaan tersebut ternyata berdampak besar terhadap kelangsungan ekonomi klub.

Barcelona harus kehilangan pendapatan selama masa penundaan kompetisi. Besaran income mereka menurun drastis karena tidak ada laga yang dimainkan. Di sisi lain, mereka tetap harus membayar gaji para pemain, staff pelatih, dan karyawan lain sesuai kontrak yang telah disepakati.

Hal tersebut diperparah dengan nominal besar yang harus dikeluarkan oleh manajemen Barcelona. Klub yang bermarkas di Camp Nou tersebut memiliki nilai total gaji tertinggi di eropa yang mencapai angka 500 juta euro per musim.

Dengan ini, manajemen klub terpaksa harus mengeluarkan kebijakan baru tentang gaji anggota klub yang bersifat sementara hingga situasi kembali normal. Melalui sebuah pertemuan secara teleconference, mereka sepakat untuk memangkas gaji anggota klub sesuai dengan prosedur pemerintahan.

Timbul Polemik

Pernyataan manajemen Barcelona tersebut tidak serta merta diterima oleh seluruh anggota klub. Beberapa dari mereka menyayangkan keputusan tersebut. Bahkan para supporter yang tidak mengalami dampak secara langsung juga ikut melontarkan kritik kepada pengurus klub.

Sebelumnya, manajemen Barcelona telah membicarakan masalah tersebut dengan seluruh anggota klub. Dalam diskusi tersebut, anggota klub terbagi dalam 2 kubu yakni pro dan kontra. Kabarnya, lebih banyak dari mereka yang menentang kebijakan tersebut karena dianggap tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Tak Menyalahi Aturan

Pihak manajemen Barcelona pun mengungkapkan bahwa kebijakan yang mereka ambil bukan atas dasar keinginan mereka sendiri. Para petinggi klub mengambil keputusan berdasarkan peraturan pemerintah setempat yang mengatur tentang pengelolaan suatu perusahaan.

Manajemen Barcelona menjadikan peraturan ketenagakerjaan pemerintah Spanyol yang disebut ERTE sebagai acuan dalam mengambil keputusan. Dalam peraturan ERTE disebutkan bahwa sebuah perusahaan dibolehkan untuk memangkas upah pegawainya hingga maksimal 70 persen saat kondisi darurat.

Dari hasil diskusi dengan seluruh anggota klub. Para karyawan klub kebanyakan sepakat untuk mendapat pemotongan gaji sebesar 50 persen. Namun, dengan berbagai pertimbangan lain, manajemen klub akhirnya memutuskan untuk memberlakukan pemotongan gaji hingga 70 persen sesuai dengan peraturan pemerintah.

Dalam sebuah unggahan di website resmi Barcelona, mereka meminta semua anggota klub untuk menerima kebijakan tersebut. Tak lupa, mereka mengingatkan semua orang untuk tetap mematuhi prosedur kesehatan dan keselamatan dari pemerintah selama situasi darurat wabah corona.