Buaksib.com – Kepergian Timo Werner ke Chelsea menjadi pukulan yang cukup berat bagi Leipzig. Bagaimana tidak, mereka kini harus kehilangan sang mesin gol yang telah memproduksi 32 gol sepanjang musim 2019/2020 tersebut. Sekarang, hanya ada satu pertanyaan, bagaimana Leipzig bisa tetap produktif tanpa penyerang andalannya tersebut?

Kepindahan Timo Werner ke Chelsea menimbulkan pertanyaan bagaimana Leipzig bisa tetap produktif tanpa penyerang andalannya tersebut?
Timo Werner

Timo Werner dengan segala magis dan ketajamannya memang akan meninggalkan Leipzig untuk berlabuh ke Chelsea. Namun, ini bukan akhir dari segalanya bagi tim asal Saxony tersebut. Leipzig tetap menjadi salah satu tim menakutkan di Eropa. Mereka juga masih bisa terapkan rencana-rencana berikut untuk tetap menjadi tim yang produktif, meski telah ditinggal Werner.

Leipzig Andalkan Patrik Schick dan Yussuf Poulsen

Jika Timo Werner pergi, maka ini adalah kesempatan yang tepat bagi Patrik Schick dan Yussuf Poulsen untuk tampil bersama. Duet Werner dan Poulsen dengan formasi 4-4-2 ala Julian Nagelsmann selama ini memang terlihat mematikan. Namun, dengan masuknya Patrik Schick, serangan tim ini dinilai akan menjadi lebih modern.

Bagaimanapun, catatan 10 golnya di musim ini sudah cukup membuktikan bahwa penyerang berpaspor Ceko masih punya ketajaman. Sekarang, Leipzig hanya perlu menebus klausul pelepasan Schick kepada klub pemiliknya, AS Roma. Schick bisa jadi pilihan utama Nagelsmann untuk gantikan sosok haus gol Timo Werner.

Di sisi lain, kemampuan Yussuf Poulsen juga tak boleh diragukan. Dengan postur 193 sentimeter, penyerang Denmark tersebut adalah juru gedor yang mumpuni untuk urusan fisik. Jangan lupa, Poulsen juga masih punya ketajaman. Musim lalu, di mana ia masih tampil secara reguler, ia mampu lesatkan 15 gol, satu gol lebih sedikit dari koleksi gol Werner.

Duet Mematikan Nkunku dan Sabitzer

Saat sebuah tim tampil begitu produktif dalam urusan mencetak gol, penyerang adalah orang yang paling disorot. Namun, seorang penyerang sepertinya tak akan banyak berguna jika tak ada pemain lain yang membantunya. Dalam kasus Leipzig, Christopher Nkunku dan Marcel Sabitzer adalah dua pemasok bola terbaik bagi Timo Werner.

Dengan kepiawaiannya, kedua pemain tersebut saat ini juga dicap sebagai dua dari sekian gelandang terbaik Eropa. Akurasi umpan, serta kepandaian Nkunku dan Sabitzer dalam mencari celah di pertahanan lawan selalu menjadi senjata menakutkan Die Roten Bullen. Bagaimanapun, duet Schick dan Poulsen, ditunjang dengan duet Nkunku dan Sabitzer di belakangnya adalah skema yang paling menggiurkan dan mematikan.

Siapkan Amunisi Anyar dari Tim Junior Leipzig

Ketika bursa transfer dibuka nanti, Leipzig tentu akan ikut berbelanja pemain. Tetapi, opsi belanja pemain tak selalu berakhir manis. Terkadang, pilihan untuk membawa pemain dari tim junior bisa jadi pilihan yang lebih menguntungkan. Atas alasan ini, Leipzig mungkin harus melirik beberapa pemain mereka yang berlaga di level yang lebih muda.

Denis Borkowski bisa jadi salah satu contoh pemain muda berbakat yang dimiliki klub asal Saxony. Dari 16 laga yang telah ia mainkan di U19 Bundesliga Nord/Nordost, pemain berusia 18 tahun sudah bukukan sebelas gol. Jika bergabung bersama Leipzig, Borkowski mungkin akan menyamai pencapaian Patrik Schick di era sekarang.