Buaksib.comPersebaya Surabaya belum putus asa dalam perebutan gelar juara BRI Liga 1 2021/2022. Menurut sang pelatih, Aji Santoso, tak ada yang tak mungkin dalam dunia sepak bola.

Respon Aji Santoso Usai Pemainnya Tampil Apik di Piala AFF

 

Tim berjuluk Bajul Ijo tersebut masih duduk di peringkat kelima dengan mengantongi 58 poin. Mereka terpaut jarak cukup jauh dari pemuncak klasemen dengan selisih delapan poin. Perlu diketahui, Bali United saat ini sudah memiliki 66 poin.

Persebaya Surabaya sendiri masih mungkin unggul, tapi pastinya dengan skema Bali United gagal di empat pertandingan terakhir. Sang pelatih mengaku harapan untuk menjadi juara semakin berat untuk situasi sekarang.

“Saya sampaikan kalau bisa juara cukup berat karena perbedaan angka agak sedikit jauh dan pertandingan menyisakan empat. Tetapi, saya sampaikan kepada seluruh pemain, di sepak bola itu semua bisa terjadi,” ucap Aji.

“Impossible is nothing di dalam sepak bola. Fokus Persebaya Surabaya sekarang, bagaimana bisa menyelesaikan empat pertandingan sisa ini dengan lebih baik,” tambah pelatih yang punya lisensi AFC Pro tersebut.

Antara Bali United dan Persebaya, ada tiga tim yang juga punya peluang meraih juara. Mereka adalah Persib Bandung, Bhayangkara FC, dan Arema FC. Untuk Bhayangkara FC mereka baru menjalani 29 laga.

Laga Berat Persebaya Surabaya

Persib sudah pasti menjadi tim yang paling memungkinkan untuk mengkudeta Bali United karena punya selisih poin paling sedikit.

Sedangkan Persebaya Surabaya juga bergantung dengan hasil-hasil dari tim lain agar bisa naik tangga klasemen. Menang di empat laga terakhir tidak akan cukup meski nantinya mereka punya 70 poin.

Bajul Ijo juga masih punya dual aga yang tak mudah dari sisa empat pertandingan. Tim asal Kota Pahlawan tersebut akan berhadapan dengan Persib dan Bali United yang mana adalah tim teratas klasemen saat ini.

Penyerang Persebaya Surabaya, Samsul Arif, sadar jika tantangan yang dihadapi timnya tak akan mudah. Dia ingin tetap fokus meraih kemenangan di setiap laga yang tersisa.

“Sebenarnya kami tidak memandang empat pertandingan secara keseluruhan. Kalau memikirkan pertandingan yang jauh itu tidak bagus buat kami karena itu pertandingan yang berbeda dan dinamis sekali,” ungkapnya.