Buaksib.com – Pierre-Emerick Aubameyang menjadi pahlawan bagi Arsenal di laga final FA Cup kontra Chelsea, Sabtu (01/08) malam WIB. Brace-nya membawa The Gunners sukses mengakhiri laga dengan kemenangan tipis 2-1 atas rival sekota mereka tersebut. Kendati demikian, masih ada suara sumbang yang menyasar ke striker asal Gabon itu.

Aubameyang
Aubameyang bersama trofi Piala FA

 

Arsenal sempat tertinggal terlebih dahulu dari Chelsea ketika pertandingan baru berjalan lima menit. Christian Pulisic menjadi aktor dari gol tersebut setelah ia mampu memperdaya kiper The Gunners, Emiliano Martinez.

Kedudukan menjadi sama kuat setelah Aubameyang berhasil menyarangkan bola melalui eksekusi tembakan penalti di menit ke-28. Gol keduanya lahir di babak kedua setelah mengecoh bek Chelsea, Kurt Zouma sebelum kemudian melepaskan tembakan chip yang mengelabui Willy Cabalero.

Aubameyang Dituding Curang

Kendati sudah berperan besar dalam kemenangan Arsenal tersebut, Aubameyang masih belum lepas dari kritikan tajam. Mantan pemain Chelsea, Chris Sutton menyoroti proses jatuhnya sang bomber di dalam kotak penalti Chelsea.

Pada kejadian tersebut, penyerang berusia 31 tahun itu nampak terlihat dijatuhkan oleh Cesar Azpilicueta yang membuat wasit menunjuk titik putih. Menurut pandangan Sutton, Aubameyang telah melakukan kecurangan pada momen tersebut.

“Jangan main-main,” buka Sutton kepada BBC 5 Live.

“Itu adalah aksi diving [untuk mendapat penalti]. Itu kecurangan,” sambungnya.

“Ada sedikit tarikan. Pierre-Emerick Aubameyang tahu apa yang harus ia lakukan. Ada sedikit kontak dan dia telah membuat penalti tersebut!” tegas Sutton.

Di sisi lain, Rob Green yang juga mantan penggawa Chelsea ternyata pandangan berbeda dengan Sutton. Ia menganggap Aubameyang tidak melakukan kecurangan, tapi hanya sedikit lebih cerdas ketimbang Azpilicueta.

“Aubameyang mendapatkan sisi yang salah dari Cesar Azipilicueta untuk mendapatkan penalti. Saya telah melihatnya beberapa kali,” ungkap Green.

“Dia menunggu sampai berada di kotak penalti sebelum terjatuh. Itu adalah permainan yang cerdas. Sudah cukup bukti untuk memberikan penalti kepadanya,” tutupnya.

Kemenangan ini memastikan Arsenal meraih trofi Piala FA musim 2019/20. Trofi ini merupakan koleksi ke-14 The Gunners di kompetisi paling tua di dunia tersebut. Selain itu, gelar ini juga menjadi gelar perdana Mikel Arteta sebagai manajer tim asal London Utara tersebut.