Buaksib.com – Arsenal harus mengakui keunggulan Liverpool pada leg kedua semifinal Carabao Cup musim 2021/22. Manajer The Gunners, Mikel Arteta menilai kemenangan yang diraih oleh anak asuh Jurgen Klopp tersebut sedikit berbau keberuntungan.

Arteta vs Liverpool
Mikel Arteta

 

Arsenal menjamu Liverpool di Emirates Stadium pada Jumat (21/01) dini hari WIB. Diogo Jota menjadi bintang pada laga tersebut berkat dua gol yang ia cetak. Pemain asal Portugal itu mengoyak jala gawang The Gunners pada menit ke-19 dan 77.

Kekalahan ini membuat anak asuh Mikel Arteta harus melupakan mimpi untuk mengangkat trofi Carabao Cup musim ini. Mereka kalah dengan agregat 2-0 setelah bermain imbang tanpa gol pada leg pertama. Kekalahan ini membuat The Gunners gagal melaju ke partai final.

Liverpool Beruntung

Mikel Arteta mengaku kecewa berat dengan kekalahan tersebut. Ia menilai timnya mendapatkan cukup banyak peluang untuk mengalahkan Liverpool dan melaju ke partai final.

“Ini sangat mengecewakan karena jelas ketika Anda hampir ke final. Tinggal satu pertandingan saja, Anda memiliki tingkat kegembiraan dan Anda benar-benar menantikannya,” ujar Arteta di situs resmi klub.

“Kami melakukan semua yang kami bisa untuk mengeluarkan tim yang kompetitif.”

Arsenal memang punya beberapa peluang untuk menjebol gawang Liverpool. Namun, para pemain The Gunners gagal mengonversi peluang tersebut menjadi gol.

“Saya pikir kami memiliki momen dalam pertandingan melawan tim papan atas,” sambung Arteta.

“Di babak pertama tentu saja kami memiliki peluang, membentur mistar, dan kami harus mencetak gol. Di awal babak kedua adalah hal yang sama. Ketika itu terjadi, itulah perbedaannya.”

Arteta menilai para pemain Liverpool beruntung karena piawai dalam memanfaatkan peluang yang diperoleh. Terbukti, Diogo Jota mampu dua kali mengoyak jala gawang Aaron Ramsdale.

“Pertama kali mereka melewati garis tengah kami, mereka mencetak gol, dengan sedikit keberuntungan,” paparnya.

“Itu mengubah pertandingan dan untuk kedua kalinya ya, kami memberikan bola di area yang berbahaya setelah baru saja merebut kembali bola.”

“Dan ketika mereka menyerang ruang Anda antara bek tengah dan bek sayap dengan satu umpan, itu sangat berbahaya karena mereka punya kualitas untuk menyelesaikan pertandingan,” tutupnya.