Buaksib.com – Direktur teknik Arsenal, Edu menyebut bahwa timnya terpuruk karena tidak memiliki fondasi skuat yang bagus. Hal inilah yang coba diperbaiki oleh pria asal Brasil itu di bursa transfer musim panas kemarin.

Arsenal

 

Arsenal sedang berada dalam situasi sulit dalam beberapa musim terakhir. Kendati sempat menjuarai Piala FA, The Gunners justru kesulitan bersaing di papan atas Premier League musim 2020/21 lalu. Bahkan, klub asal London Utara ini tak mampu meraih tiket ke pentas Eropa di musim ini.

Situasi semakin pelik melihat performa Arsenal di awal musim 2021/22 ini. Skuat asuhan Mikel Arteta itu selalu menelan kekalahan dari tiga laga perdana di pentas Premier League. Buruknya lagi, Aubameyang dkk belum mampu mencetak satu gol pun dan kini tersungkur di dasar klasemen sementara EPL.

Alasan Arsenal Terpuruk

Menurut Edu, situasi sulit yang dialami Arsenal akan sangat rumit untuk dijelaskan. Pria asal Brasil itu menyebut bahwa The Gunners masih kesulitan menemukan starting eleven terbaik karena banyak pemain yang absen. Di sisi lain, kedalaman skuat juga tidak cukup bagus.

“Kami menderita tahun lalu karena kami kehilangan banyak pemain dan kami tidak benar-benar punya cadangan yang bagus untuk bermain,” buka Edu kepada Sky Sports.

“Saya percaya kami membutuhkan skuat untuk memenangkan pertandingan. Kami membutuhkan skuat untuk berada di posisi bagus pada akhir musim karena ini bukan hanya soal starting eleven. Kami membutuhkan fondasi.”

“Tentu saja, itu menyakitkan kami berada dalam situasi itu. Kita terluka, saya terluka. Saya tidak ingin melihat klub di sana, tetapi saya ingin melihat tim bermain bersama. Mari kita menilai tim ketika mereka bermain bersama,” tegas Edu.

Di bursa transfer musim panas kemarin, Arsenal menjadi tim paling boros setelah membelanjakan 165 juta Euro. Total, mereka merekrut enam pemain baru. Menurut Edu, hal itu dilakukan karena timnya membutuhkan fondasi yang kuat.

“Mengapa beberapa klub di Premier League hanya merekrut satu atau dua pemain? Itu karena mereka sudah memiliki fondasi. Mereka sudah menyiapkan tim. Maaf, tapi kenyataannya tidak,” sambung Edu.

Edu boleh saja membela diri, tapi faktanya kinerjanya sedang mendapat sorotan tajam dari fans Arsenal. Ia menyadari hal tersebut dan memastikan siap bertanggung jawab atas keputusan yang telah dibuat.

“Saya mengerti tekanannya dan saya memahami tekanan pada saya, Mikel Arteta, dewan, dan klub karena situasi yang kami hadapi sekarang tidak dapat diterima.”

“Tapi sekarang adalah saat bagi semua orang untuk bersatu dan saya ingin melihat orang-orang melangkah maju di saat-saat sulit dan mengambil tanggung jawab. Saya bertanggung jawab atas apa yang kami lakukan,” tegas Edu.