Buaksib.com – Pandemi virus Corona masih belum menurun. Jumlah kasus di berbagai penjuru dunia masih mengalami peningkatan. Hal ini menyebabkan berbagai kompetisi sepakbola kian pesimis untuk kembali digulirkan secara normal. Klub-klub sepakbola pun kian merugi, tak terkecuali bagi Arsenal.

Arsenal Bisa Merugi Rp 2 Triliun Gara-gara Virus Corona
Pemain Arsenal, Pierre-Emerick Aubameyang

 

Wacana untuk melanjutkan kompetisi sepakbola memang sedang mencuat. Namun, andai benar-benar dilanjutkan, pertandingan-pertandingan tersebut tidak boleh dihadiri oleh penonton. Artinya, para klub yang bertanding tidak akan mendapat pemasukan dari tiket penonton. Padahal, selama kompetisi ditunda, mereka sudah kepayahan mempertahankan neraca keuangan mereka.

Salah satu klub yang tidak lepas dari imbas pandemi virus Corona ini adalah Arsenal. Imbasnya akan semakin parah andai Premier League menjalankan salah satu rencana mereka, yakni menggelar laga tanpa penonton.

Ya, menggelar pertandingan tanpa penonton dianggap sebagai solusi terbaik untuk melanjutkan kompetisi di tengah situasi pandemi ini. Dengan begitu, resiko penyebaran virus Corona di Inggris bisa diperkecil.

Arsenal Bakal Merugi

Jika dilihat secara sekilas, menggelar pertandingan tanpa penonton adalah solusi terbaik bagi semua pihak, mulai dari penyelenggara sampai fans. Tapi itu bukanlah solusi yang baik bagi klub peserta.

Arsenal Supporters’ Trust (AST) memberikan analisis secara detail soal dampak potensial dari krisis virus Corona yang bisa dihadapi klub. Salah satunya berasal dari sektor finansial. AST mewanti-wanti kalau cadangan uang Arsenal bisa terkuras habis apabila situasi terburuk terjadi di musim depan. Kemungkinan besar The Gunners juga tidak akan aktif di bursa transfer.

Hasil analisis juga menunjukkan bahwa klub bisa menelan kerugian sebesar Rp 359 miliar (19 juta Pounds) di akhir Mei 2020 karena laga tanpa penonton. Padahal sebelumnya, Arsenal sempat mencatatkan keuntungan Rp 75 miliar (4 juta Pounds).

Angka kerugian di akhir bulan Mei itu baru permulaan. Masalah yang sebenarnya bisa terjadi adalah di musim depan jika Premier League harus menggelar laga tanpa penonton lagi. Perlu diketahui bahwa 24 persen pemasukan Arsenal berasal dari tiket musiman yang dijual di awal musim. Mereka bisa kehilangan itu jika musim 2020/21 harus dilalui tanpa penonton.

Belum lagi pukulan telak dari sisi iklan. Secara keseluruhan, AST menyimpulkan bahwa Arsenal bisa mendapatkan kerugian sebesar Rp 2 Triliun (144 juta Pounds) sampai akhir musim 2020/21.

“Jika laga tertutup menjadi masalah yang mempengaruhi keseluruhan musim depan maka klub bisa berhadapan dengan laporan kerugian 144 juta Pounds,” hasil analisis AST, dikutip Goal International.