Buaksib.comAremania memiliki banyak cara untuk mengungkapkan rasa duka atas Tragedi Kanjuruhan yang menghilangkan 131 nyawa. Salah satu caranya adalah dengan meninggalkan sepak bola untuk sementara waktu.

Aremania Tuntut Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan
Gantung syal Aremania.

 

Aremania memutuskan untuk gantung syal atau pension memberi dukungan dari tribun saat Arema bertanding. Fenomena ini pertama terlihat di jembatan laying, Jl Ahmad Yani, Malang. Akan tetpai, saat ini juga sudah terlihat di beberapa jembatan laying dan tempat lain.

Komunitas supporter Arema FC yang ada di barisan awal menggantung syal ini adalah Blimbingham. Komunitas Aremania yang berada di daerah Blimbing Kota Malang.

“Gantung syal ini maksudnya tidak menonton langsung ke stadion dulu setelah tragedi Kanjuruhan. Kami menghormati korban. Dan sangat berharap tragedi ini diusut tuntas,” ucap Sindu Dwi Asmoro, Komunitas Aremania Blimbinghan.

Minta Usut Tuntas Tragedi Kanjuruhan

Ternyata, aksi gantung syal ini diikuti oleh banyak supporter yang memiliki pemikiran yang sama. Tak Cuma yang menjadi saksi mata di Stadion Kanjuruhan, tapi juga berbagai kelompok supporter dari daerah lain.

“Awalnya dari kami ada 50 orang yang ikut gantung syal. Setelah itu ada dari suporter Bonekmania, Slemania yang juga menitipkan syal untuk digantung di tempat itu (jembatan layang, Blimbing),” sambungnya.

Saat ini, sudah ada ratusan syal Aremania yang tergantung. Selain itu, ada juga spanduk-spanduk besar dengan tulisan usut tuntas. Tak Cuma itu, pesan-pesan yang lain juga terlihat disana. Terutama untuk petugas keamanan dari TNI dan POLRI yang melakukan Tindakan agresif di Tragedi Kanjuruhan.

Lalu, akan sampai kapan aksi gantung syal atau pension ke stadion ini akan berlangsung? Yang pasti hingga akhir musim ini tak aka nada Aremania yang mendukung langsung tim kesayangannya.

Arema FC diberi sanksi tak boleh bermain di Stadion Kanjuruhan, Malang. Selain itu, mereka harus bermain di stadion lain yang jarak minimal 250 kilometer dari Stadion Kanjuruhan.

Akan tetapi, setelah sanksi itu berakhir, masih ada kemungkinan Aremania masih memiliki trauma untuk datang ke Stadion karena Tragedi Kanjuruhan.

“Kalau sampai kapan tidak ke tribune, itu kembali kepada masing-masing suporter. Untuk saat ini, kami masih ada trauma pastinya. Namun, kami tetap suporter Arema. Tetap solid dan bersilaturahmi di luar tribune,” serunya.