Buaksib.com – Meluasnya persebaran virus Corona membuat manajemen Arema FC bersuara terkait wacana tentang digelarnya pertandingan tanpa penonton. Mereka berujar jika pembatasan ini tidak memberikan dampak yang besar untuk mecegah tersebarnya virus.

“Sepak bola kita beda dengan Eropa. Mungkin kalau di Eropa untuk main tandang bisa dengan bus. Namun, di sini sama sekali beda,” kata General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

Arema FC Masih Tunggu Kepastian PSSI dan PT LIB
Ruddy Widodo, General Manajer Arema FC.

 

“Di sini, kalau mau main ke Bali saja, kita tetap harus ke bandara, bertemu banyak orang juga,” sambungnya.

Dampak lain dari pertandingan tanpa penonton adalah tidak ada tiket yang terjual. Ini akan membuat pendapatan klub berkurang. Padahal pendapatan dari penjualan tiket cukup besar bagi pemasukan klub.

“Padahal, penjualan tiket ini merupakan sumber pendapatan terbesar bagi sebagian klub,” tutur Ruddy.

Dalam rangka mengurangi persebaran virus korona, pemerintah melalui jubirnya menerapkan physical distancing. Hal ini membuat masyarakat tidak boleh berkumpul dalam suatu tempat. Tentu ini berdampak pada kegiatan-kegiatan yang sudah atau akan berjalan menjadi terhenti.

hal tersebut tentu menjadi masalah besar bagi pertandingan sepak bola. Itulah yang menyebabkan wacana kompetisi Shopee Liga 1 musim 2020 akan digelar tanpa penonton. Memang sulit karena pendapatan klub dari sponsor pun akan berkurang.

Presiden UEFA, Aleksander Cerefin bahkan sudah merestui opsi pelaksanaan kompetisi digelar tanpa penonton. Itu adalah pilihan terbaik dari opsi-opsi yang ada terkait larangan untuk berkumpul.

“Meski sepak bola tak akan sama tanpa penonton, itu pilihan terbaik saat ini,” kata Ceferin.

Arema FC Tak Mau Dibagi Dalam Zona

Selaian tak mau digelar tanpa penonton. Ruddy memaparkan jika tim dibagi dalam zona. Menurut pelatih singo edan itu kompetisinya akan kehilangan roh.

“Kalau dibagi berarti bukan kompetisi lagi,” tukas Ruddy.

“Saya yakin, dengan penghentian saat ini, akan banyak yang menolak jika kompetisi kembali digelar dalam format zona,” tandasnya.

Selain menjadi sumber pendapatan tim, penonton juga memberikan dukungan langsung kepada Arema dilapangan. Motivasi tim akan lebih besar dan menjadi intimidasi tersendiri bagi tim tandang. Yel-yel khas setiap tim memberikan warna tersendiri bagi tim dan masyarakat Indonesia.