Buaksib.com – Akhirnya, manajemen Arema FC buka suara terkait langkah mereka tentang penghentian sementara kompetisi Shopee Liga 1 2020. Klub yang punya nama Julukan Singo Edan tersebut menunggu keputusan dari federasi dan operator sebelum menentukan langkah mereka selanjutnya.

Arema FC Masih Tunggu Kepastian PSSI dan PT LIB
Ruddy Widodo, General Manajer Arema FC.

 

“Soal apa langkah yang akan diambil, kami menunggu roadmap dari PSSI dan PT Liga Indonesia Baru,” ucap General Manager Arema FC, Ruddy Widodo.

“Arema menginduk ke federasi. Langkah-langkah kami mengikuti arahan mereka. Nggak mungkin kami ambil tindakan sendiri,” tambahnya.

Menurut sang manajer, dalam beberapa hari ke depan, bakal ada agenda pertemuan para manajer klub. Pembahasan ini menurutnya akan membahas langkah selanjutnya yang akan diambil.

“Saya yakin pasti akan ada informasi soal ini,” katanya.

Pada saat ini, penyebaran virus Corona memang sedang menjamur di Indonesia. Satu per satu daerah di tanah air mulai terdampak virus yang berasal dari kota Wuhan, Cina tersebut.

Wabah virus Corona tersebut juga memberi dampak langsung pada kompetisi sepak bola di Indonesia. PSSI harus menghentikan kompetisi sepak bola di Indonesia untuk sementara waktu.

Penghentian kompetisi ini dilakukan mulai Senin, (16/3/2020) lalu. Rencananya, penghentian sementara ini akan dibahas lagi dua pekan mendatang.

Arema FC Lebih Memilih Ditunda

Kemudian, Ruddy juga berbicara tentang opsi terburuk yang akan dipilih jika diberi dua pilihan antara menunda kompetisi atau bermain tanpa penonton. Menurut pria berusia 48 tahun tersebut, dia lebih memilih kompetisi ditunda daripada harus bermain tanpa penonton.

“Kami lebih memilih jadwal ditunda daripada bermain tanpa penonton, karena akan sangat berbeda jika pertandingan digelar tanpa kehadiran penonton,” ungkap Ruddy.

“Daripada dipaksakan bermain tanpa penonton, kami lebih baik memilih kompetisi ditunda,” lanjutnya.

Menurut sang manajer, ada beberapa alasan dibalik pilihan tersebut. Dari sisi teknis, jajaran pelatih dan para pemain merasa ada yang hilang jika pertandingan digelar tanpa penonton.

“Ibaratnya kita melawak atau bernyanyi di panggung, tapi tak ada audiens. Tentu akan janggal karena seperti bermain tanpa tujuan,” tutup sang manajer.