Buaksib.com – Penyerang gaek AC Milan, Zlatan Ibrahimovic, saat ini sudah cukup berumur. Usianya saat ini sudah mencapai 38 tahun. Musim 2019/2020 ini kemungkinan bakal menjadi momen terakhirnya di sepak bola professional.

 

 

Ibrahimovic sendiri sempat diklaim sudah habis setelah mengalami cedera lutut di Manchester United musim 2017/2018 lalu. Dia hanya bermain sebanyak 103 menit di Liga Premier dan tak memberi banyak kontribusi kepada Setan merah.

Pemain kelahiran Swedia tersebut akhirnya pindah ke LA Galaxy. Itu adalah keputusan yang bagus karena dia berhasil membuktikan jika dirinya masih sangat layak diperhitungkan. Selama dua tahun dia memperkuat LA Galaxy, dia berhasil mencetak 53 gol selama dua musim di Amerika.

Zlatan Ibrahimovic sendiri tidak memperpanjang kontraknya di Amerika. Pada awal tahun ini, dia mengambil sebuah tantangan. Ibracadabra menerima tawaran mantan timnya, AC Milan yang sedang kesulitan di Serie A.

Akankah Jadi Musim Terakhir Zlatan Ibrahimovic?

Ibrahimovic sendiri sudah berhasil mencetak lima gol dari 11 pertandingan di kompetisi Serie A bersama AC Milan. Gol paling barunya berhasil dicetak ke gawang Juventus yang akhirnya membuat Milan menang dengan skor 4-2 pada laga pekan ke-31 Serie A tersebut.

Setelah laga tersebut, Ibrahimovic mendapat sebuah pertanyaan penting. Penulis banyak yang bertanya, apakah ini akan menjadi musim terakhir sang penyerang sebagai pemain sepak bola professional?

Zlatan Ibrahimovic Selalu Ingin Menjadi Sempurna
Zlatan Ibrahimovic, pemain AC Milan.

“Kita akan melihat, kita akan melihat. Masih ada satu bulan untuk menikmati diriku sendiri, tetapi ada situasi aneh yang sedang terjadi dan kita tidak bisa mengendalikannya,” ucap Ibrahimovic saat dikutip dari DAZN.

“Saya tidak tahu apakah fans akan melihat saya secara langsung untuk terakhir kalinya. Bisa jadi, ya [musim terakhir saya]. Mengapa? Baca yang tersirat. Sungguh aneh bermain di balik pintu,” lanjut Ibrahimovic.

AC Milan sendiri bukanlah tempat baru bagi Zlatan. Sebelumnya, dia pernah memperkuat Rossoneri pada tahun 2010 hingga 2012. Dia berhasil mempersembahkan satu gelar scudetto sebelum akhirnya pindah ke PSG.

“Saya benar-benar menikmati diri saya di Milan, ketika saya pergi ke Amerika, saya cedera, saya ingin merasa hidup. Saya berusia 38 tahun, saya tidak memiliki fisik yang saya miliki, tetapi saya pintar tentang hal itu. Kemudian, saya tidak mencoba melakukan hal yang sama dengan ketika saya berusia 20 tahun,” tutur Ibrahimovic.

“Jika saya tidak membuat perbedaan, maka saya tidak menyukainya. Saya di sini bukan untuk menjadi maskot. Saya di sini untuk membantu rekan tim, klub, dan penggemar saya,” pungkasnya.