Buaksib.com – Eintracht Frankfurt masih khawatir dengan tumpulnya lini serang mereka di Bundesliga musim ini. Mereka baru mencatatkan 11 gol dari 8 pertandingan yang telah dilewati. Hal ini membuat mereka kesulitan untuk masuk ke deretan papan atas klasemen.

Eintracht Frankfurt masih khawatir dengan tumpulnya lini serang mereka di Bundesliga musim ini
Andre Silva – Eintracht Frankfurt

Padahal musim lalu, Eintracht menjadi salah satu klub di Bundesliga dengan ketajaman lini serang yang ditakuti lawan. Mereka berhasil menciptakan 60 gol sepanjang musim 2018/2019. Penyerang andalan mereka, Luka Jovic menjadi yang paling subur dengan 17 gol.

Musim ini, Jovic dilepas manajemen Eintracht ke klub raksasa eropa, Real Madrid. Eintracht Frankfurt memang mendapat keuntungan yang lumayan besar dari hasil penjualan Jovic. Sayangnya, di musim ini mereka justru kesulitan untuk mencari pengganti yang sepadan dengannya. Beberapa  pemain didatangkan ke Commerzbank Arena untuk menambal posisi yang ditinggalkan Jovic.

Andre Silva Datang Berikan Harapan

Sepeninggal Luka Jovic, manajemen Eintracht Frankfurt langsung melakukan pencarian untuk menemukan pemain yang sepadan dengannya. Dari beberapa opsi yang muncul, klub Jerman ini mengarahkan bidikannya kepada 2 striker Sporting Lisbon dan AC Milan, Bas Dost dan Andre Silva.

Bas Dost ditebus dari Sporting seharga 7 juta euro. Sementara Andre Silva diboyong dari AC Milan melalui proses barter dengan Ante Rebic. Silva dikontrak Die Adler dengan status pemain pinjaman dan opsi kontrak permanen di akhir musim.

Bas Dost yang gagal bersinar di Portugal coba dipulangkan oleh klub asuhan Adi Hütter ini ke Bundesliga. Sayangnya, baru main 4 kali di awal musim ini, Bas Dost mengalami cedera. Bomber 30 tahun tersebut harus absen hingga Oktober 2019. Absennya Bas Dost menjadi berkah tersendiri bagi Andre Silva. Ia diplot untuk mengisi pos yang ditinggalkan Bas Dost. Tampil penuh dalam 4 laga terakhir, penampilan striker 23 tahun ini cukup memukau.

Ia berhasil menjaringkan 3 gol di Bundesliga. Tercatat, Silva rata-rata melakukan 5 kali tembakan di setiap pertandingan yang dimainkannya. Ini berarti, dari seluruh percobaan yang ia lakukan 60% daintaranya berbuah gol. Sebuah statistik yang mencengangkan bagi pemain yang baru beradaptasi dengan atmosfer sepak bola Jerman.

Sang pelatih, Adi Hütter, berharap Silva mampu tampil konsisten di setiap laga yang dijalani. Ia berharap, publik Commerzbank Arena dapat melupakan sosok Luka Jovic dan mulai mendukung kehadiran pria Portugal tersebut.

Kesempatan Dalam Kesempitan

Manajemen Eintracht Frankfurt awalnya memilih seorang Bas Dost untuk menggantikan peran Luka Jovic yang hengkang ke Real Madrid. Eintracht tidak asal pilih, mereka menginginkan Bas Dost, sebab pemain tersebut memiliki statistik mentereng bersama Wolfsburg di Bundesliga beberapa musim lalu.

Namun untuk berjaga-jaga, mereka kembali merekrut seorang striker untuk menjadi pelapis Bas Dost. Pilihan Die Adler jatuh kepada Andre Silva. Striker Portugal tersebut dinilai memiliki skill dan postur tubuh yang cocok untuk dijadikan ujung tombak.

Di awal musim, Bas Dost menjadi pilihan utama Adi Hutter di ujung tombak. Namun setelah 4 laga yang dimainkan, striker asal Belanda tersebut dinilai belum menunjukkan performa maksimalnya. Ia juga harus absen 2 pekan sejak awal Oktober karena cedera otot yang dialaminya.

Andre Silva yang turun menggantikan Bas Dost justru tampil lebih impresif. Ia mampu mencetak 3 gol dari 4 laga. Duetnya dengan Goncalo Paciencia menjadi momok menakutkan bagi pertahanan lawan. Dengan ini, semakin terbuka kesempatan Andre Silva untuk menjadi juru gedor utama di skuad Eintracht Frankfurt musim ini.