Buaksib.com – Penyerang Real Madrid, Luka Jovic dikabarkan segera menjalani persidangan setelah kasus pelanggaran isolasi yang dilakukannya. Seperti diketahui, sang pemain melakukan pelanggaran terkait aturan karantina yang diberlakukan negara Serbia, negara asal Jovic.

Luka Jovic terancam hukuman hingga tiga tahun kurungan penjara setelah melakukan pelanggaran terkait aturan karantina yang diberlakukan di Serbia
Luka Jovic

Luka Jovic memang meninggalkan Madrid untuk menuju Serbia. Aturan untuk melakukan isolasi mandiri diterapkan oleh Los Blancos setelah salah satu pemain tim basket mereka terinfeksi corona. Pemberlakuan karantina mandiri tersebut rupanya tidak dipatuhi oleh Luka Jovic.

Di tengah aturan isolasi mandiri, Jovic justru tertangkap sedang berjalan-jalan di Belgrade pada bulan Maret lalu. Atas hal tersebut, sang pemain kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian. Ancaman hukuman pun mengintai sang pemain menunggu hasil sidang nanti.

Hukuman Bagi Luka Jovic

Saat ditemukan berjalan-jalan di sekitar Belgrade, sang pemain berdalih dirinya hanya keluar untuk membeli kebutuhan pokok. Namun demikian, aparat setempat tetap menganggap itu sebagai pelanggaran. Jovic pun dilaporkan ke pihak berwajib dan harus menjalani persidangan.

Jovic diwajibkan hadir pada saat persidangan nanti oleh Jaksa Penuntut. Tindakan yang dilakukan tersebut membuatnya terancam hukuman hingga tiga tahun kurungan penjara atau denda senilai 1.275 Euro. Pilihan hukuman bisa ditentukan dalam persidangan.

Pelanggaran yang dilakukan Luka Jovic ini pun diketahui Real Madrid. Menyikapi ancaman hukuman bagi pemainnya itu, Madrid tidak bersedia memberikan keterangan. Bagi Los Blancos, itu merupakan masalah tanggung jawab yang harus dipenuhi oleh pemainnya.

Jovic yang masih belum menunjukkan performa terbaiknya di Santiago Bernabeu ini juga terancam dilepas tim. Pasalnya, sampai saat ini Jovic dianggap belum bisa memenuhi harapan Real Madrid dengan penampilannya yang masih stagnan.

Kali ini, mendapatkan masalah yang cukup serius dengan hukum, Real Madrid menyarankan sang pemain untuk fokus terlebih dulu. Keinginan Luka Jovic untuk melakukan upaya banding atau penangguhan hukum bisa saja mendapat penolakan dari aparat.

Serbia Lakukan Ketegasan

Keluarga yang mendengar tentang masalah hukum Luka Jovic juga menyatakan kekecewaannya. Sempat tidak patuh pada aturan isolasi membuatnya harus menjalani hukuman ketat. Bahkan Presiden Serbia, Aleksandar Vucic menyampaikan kemarahannya pada pemain Real Madrid itu.

Luka Jovic melakukan pelanggaran serius dan membuat Presiden Serbia marah. Vucic bahkan sempat mengancam akan memenjarakan warganya itu bila mengulangi perbuatannya. Jovic terancam bisa mendapatkan hukuman tahanan rumah seperti yang dialami Aleksandar Prijovic, pemain timnas Serbia.

Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane enggan mengomentari perihal masalah hukum yang mendera sang pemain. Sebelumnya, sang pelatih terus menerus membela Jovic yang dianggap belum cukup beradaptasi di Santiago Bernabeu. Namun, kali ini pelatih asal Prancis itu menyerahkan sepenuhnya pada pihak berwenang.

Kasus yang menimpa Luka Jovic menjadi pembelajaran bagi pemain lainnya. Aturan karantina mandiri diharapkan bisa dipatuhi dan dijalankan dengan baik untuk segera mengembalikan musim kompetisi seperti dulu lagi.