Buaksib.com – Alphonso Davies adalah salah satu talenta muda berbakat yang dimiliki Bayern Munchen. Pemain berkebangsaan Kanada tersebut adalah salah satu pemain andalan dalam skuad Bayern asuhan Hansi Flick. Meski kini sudah menjadi pemain bintang, Davies masih tidak percaya kalau dirinya bisa bermain di tim ini bersama para pemain bintang.

Alphonso Davies masih sangat merasa kagum ketika dia tahu bahwa ia sudah bermain bersama pemain-pemain bintang di Bayern Munchen
Alphonso Davies

Masih Takjub dengan Rekan Setim

Salah satu alasan mengapa Davies begitu dicintai publik Allianz Arena adalah kepribadiannya yang rendah hati dan ramah. Dalam wawancara yang dikutip dari laman resmi Bundesliga, ia mengatakan kalau dirinya terkejut bisa menjadi seperti sekarang. Davies masih sangat kagum ketika dia tahu bahwa ia sudah bermain bersama pemain-pemain bintang seperti Philippe Coutinho dan Robert Lewandowski.

“Saya bermain bersama semua pemain bintang ini, dan saya masih dapat berkata, ‘wow’. Setiap kali memasuki ruang ganti, saya menjabat tangan Lewandowski, tangan Coutinho, Thiago dan (David) Alaba. Saya tidak percaya orang-orang ini adalah rekan setim saya. Dulu, saya tumbuh dengan menonton mereka, jadi ini sangat luar biasa.”

Komunikasi, Kunci Perkembangan Pesat Alphonso Davies

Perkembangan permainan Davies yang sangat pesat juga disebabkan oleh komunikasinya yang terjalin dengan baik dengan para pemain Bayern. Davies mengatakan kalau semua pemain Bayern menggunakan bahasa Inggris ketika berada di ruang ganti. Ia mengatakan, “Orang-orang bicara dalam banyak bahasa, Prancis, Spanyol, Jerman, Portugal, tapi di ruang ganti, bahasa utama adalah bahasa Inggris.”

“Hampir semua orang mengetahui berbahasa Inggris. Ketika saya pertama kali ke sini, saya pikir saya akan kesulitan berkomunikasi. Tapi mereka mengatakan kalau mereka dapat berbahasa Inggris, jadi kami berkomunikasi dengan bahasa Inggris. Tentu mereka ingin saya belajar bahasa Inggris, tapi di ruang ganti, semuanya tetap berbahasa Inggris.”

Terbiasa Jauh dari Rumah Sejak Muda

Perjalanan karir Alphonso Davies pada awalnya memang begitu berat. Meninggalkan kampung halaman di usia 14 tahun, Davies harus melewati berbagai rintangan, baik mental, emosional maupun fisik. Tapi ia mengatakan kalau itulah yang membantunya tumbuh dan bisa menjadi seperti sekarang.

“Saat pertama kali meninggalkan rumah dan pergi ke Vancouver, saya masih berusia 14 tahun. Meski hanya satu jam penerbangan, saya masih rindu dengan rumah. Tapi itulah yang membawa saya ke Jerman. Saat pergi ke Jerman, saya sudah terbiasa jauh dari rumah. Saya pikir pindah ke Vancouver di usia muda membuat saya bersiap untuk pindah ke tempat yang lebih hebat (Munich).”

Pemain Andalan Hansi Flick

Musim 2019/2020 mungkin menjadi awal yang sangat baik bagi seorang Alphonso Davies di Bayern Munchen. Ia sering menjadi pilihan utama Hansi Flick untuk mengisi sektor bek kiri Bayern. Sejak musim lalu, ia juga telah disebut sebagai salah satu pemain Bayern yang memiliki perkembangan paling menjanjikan.

Bersama Bayern Munchen, Alphonso Davies terlihat terus berkembang dan tampil konsisten sejak Hansi Flick mengambil alih kursi kepelatihan. Di musim ini, ia total telah tampil sebanyak 21 kali. Davies nampaknya masih akan terus menjadi salah satu nama andalan Hansi Flick.