Buaksib.com – Bek sayap Liverpool, Trent Alexander-Arnold nampak sudah sangat siap untuk menghadapi duel individu dengan Vinicius Junior. Berdasarkan posisi bermain kedua pemain itu, mereka memang akan sering bertemu di final Liga Champions nanti.

Vinicius Junior
Vinicius Junior

 

Liverpool dan Real Madrid akan bertemu di final Liga Champions musim 2021/22, Minggu (29/05) dini hari WIB. Pertandingan dua tim top Eropa ini sudah ditunggu-tunggu dan diprediksi akan berlangsung ketat.

Liverpool tentu punya kenangan buruk mengingat mereka pernah menelan kekalahan dari Los Blancos di final UCL tahun 2018 lalu. Kala itu anak asuh Jurgen Klopp tidak berkutik dan bertekuk lutut dengan skor 1-3. Kini, kondisinya jauh berbeda karena Jordan Henderson cs jauh lebih kuat dan lebih siap. Trent pun menegaskan bahwa rekan-rekannya lebih siap bermain di partai puncak nanti.

Siap Hadapi Vinicius Junior

Trent paham betul bahwa duel di partai final nanti akan mempertemukan dua tim top Eropa. Artinya, akan ada banyak pemain kelas dunia yang menyuguhkan permainan terbaik mereka di atas lapangan.

“Saya sudah menunggu keseluruhan pertandingan ini. Saya kira, ketika Anda bermain melawan Real Madrid, Anda sudah tahu akan berhadapan dengan pemain kelas dunia,” ujar Trent kepada Liverpoolfc.com.

“Itulah yang akan dihadapi oleh setiap pemain besok. Akan ada duel di setiap sisi lapangan. Kami sudah menyiapkan rencana, kami juga punya rencana untuk mengatasi setiap ancaman mereka.”

Sebagai seorang bek kanan, Trent akan lebih sering berhadapan dengan Vinicius Junior. Sebab, pemain asal Brasil itu lebih sering dimainkan di sektor sayap kiri oleh Carlo Ancelotti. Trent pun memahami bahwa duel individu penting, tapi laga akan ditentukan oleh permainan tim.

“Soal Vinicius Junior, dia adalah pemain luar biasa dan sudah membuktikan itu musim ini. Khususnya dengan gol-golnya, assist, dan ancaman yang ia berikan,” sambung Trent.

“Dia pemain yang menarik untuk ditonton, tetapi saya kira besok kami sebagai tim telah menyadari bahwa kami punya tugas di lapangan sebagai individu, kolektif, dan sebagai tim untuk menang,” tutup pemain timnas Inggris tersebut.