Buaksib.com – Pelatih Persebaya Surabaya, Aji Santoso, bersyukur tim yang diasuhnya berhasil menaklukan Arema FC di Stadion Batakan, Balikpapan, Kamis (12/12/2019). Kemenangan ini bisa dibilang sebagai balas dendam ketika Bajul Ijo dikalahkan diputaran pertama.

Aji Santoso Bersyukur Persebaya berhasil Menang Atas Arema FC
Pertandingan antara Persebaya vs Arema FC.

 

Persebaya Surabaya berhasil menundukan Arema FC lewat gol yang dicetak oleh Aryn Williams dan Diogo Campos di menit ke- 4’ dan 78’ serta brace David da Silva di menit ke-27’ dan 90+2’.

Sedangkan itu, Arema FC hanya berhasil mencetak satu gol lewat gol yang dicetak oleh Hamka Hamzah di menit ke-90+1’. Maka dari itu, pertandingan tersebut harus berakhir dengan skor 4-1.

“Pertama tentunya saya bersama pemain dan tim bersyukur bisa meraih kemenangan sore hari ini. Dimana rivalitas antara Persebaya dan Arema FC sangat tinggi,” ucap Aji Santoso setelah pertandingan.

“Alhamdulillah kami bisa membalas kekalahan saat di putaran pertama,” tambah pelatih yang berasal dari Malang tersebut.

Persebaya Redam Lini Tengah

Disisi lain, Aji mengatakan jika kunci kemenangan  timnya berawal dari berhasilnya membungkam lini tengah Arema FC sehingga mereka tak bisa berkembang. Terutama dengan mematikan pergerakan Makan Konate.

“Pemain ini [Makan Konate] bisa jadi sangat berbahaya, namun alhamdulillah semua bisa berjalan dengan lancar,” tambah Aji Santoso.

“Gol-gol yang tercipta juga lewat proses yang cukup bagus. Mudah-mudahan di dua sisa pertandingan musim ini bisa mendapat hasil maksimal. Yakni saat menghadapi Persija Jakarta dan Badak Lampung,” sambungnya.

Setelah pertandingan tersebut, Aji mengatakan akan pulang ke kampung halamannya. Dia akan menikmati kemenangan atas Arema FC dengan bermain tenis.

“Saya mau menikmati kemenangan ini, saya ingin main tenis dirumah, sudah lama tidak main tenis,” tandasnya.

Milo Anggap Timnya Pantas Kalah

Disisi lain, pelatih Arema FC, Milomir Seslija mengatakan jika timnya pantas kalah dari Persebaya Surabaya. Hal ini karena timnya kerap melakukan kesalahan besar di pertandingan tersebut.

“Sangat simpel, kami belum bisa kembali setelah melawan PSIS Semarang. Kami membuat kesalahan besar karena lambat saat bertahan maupun saat meyerang. Kami pantas untuk kalah,” ucap Milo seusai laga.

Pelatih yang berasal dari Bosnia tersebut juga mengatakan saat menguasai bola, Arema FC menjadi tidak berbahaya. Mereka juga membiarkan pemain Persebaya Surabaya bebas melakukan serangan balasan.

“Sepak bola adalah tentang bertahan dan menyerang. Kadang-kadang kami tidak kalah karena kami berusaha. Namun, hari ini ada satu dua pemain yangmengabaikan peraturan,” tegasnya.