Buaksib.com – Legenda Liverpool, Graeme Souness memberikan pendapatnya soal rumor Manchester United yang akan merekrut Adrien Rabiot. Menurutnya, pemain asal Prancis itu bukanlah sosok yang tepat untuk meningkatkan kualitas lini tengah Setan Merah.

Adrien Rabiot Manchester United
Adrien Rabiot.

 

Manchester United masih sibuk mencari gelandang baru di bursa transfer musim panas ini. Nama Rabiot baru-baru ini muncul sebagai target transfer klub yang bermarkas di Old Trafford itu. Setan Merah diklaim sangat serius untuk merekrutnya dari Juventus. Mereka dilaporkan telah mencapai kesepakatan dengan Bianconeri untuk transfer sang gelandang.

Rabiot sendiri bergabung dengan Juventus pada musim 2019 lalu setelah direkrut dari PSG dengan status bebas transfer. Namun, penampilannya dinilai kurang memuaskan bagi raksasa Serie A itu. Itulah mengapa mereka berniat melepas Rabiot ke klub lain di musim panas ini.

Adrien Rabiot Bukan Solusi MU

Souness merasa sangat heran mengapa Manchester United mengejar pemain seperti Rabiot. Menurutnya, pemain berusia 27 tahun itu tidak akan meningkatkan kualitas lini tengah Setan Merah.

“Dia berada di PSG dan kontraknya habis lalu pergi ke Juventus. Dia tidak bersinar di sana,” ujar Souness kepada talkSPORT.

“Saya tidak yakin itu akan menjadi peningkatan besar pada apa yang sudah mereka punya di sana. Yang menyebalkan adalah jika Anda mengontraknya saat ini, dia bukan pilihan pertama Anda, mungkin yang kedua.”

Souness menilai Manchester United mungkin panik setelah kalah pada pertandingan pertama mereka musim ini melawan Brighton. Jadi, perekrutan Adrien Rabiot bisa dibilang sebagai pembelian panik dari manajemen klub.

“Masih 24 hari lagi sampai jendela [transfer] ditutup. Satu pertandingan hilang, saya pikir Anda bereaksi terhadap banyak hal sekarang. Saat itulah Anda membuat kesalahan.”

Adrien Rabiot dianggap tidak mampu menampilkan performa terbaiknya selama membela Juventus. Souness pun tidak yakin sang gelandang bisa bersinar di Premier League.

“Mari kita lihat apakah dia bisa mengatasi intensitas permainan di sini. Dia pergi ke Juventus dan tidak bersinar di sana,” sambung Souness.

“Sepakbola Italia untuk pemain lini tengah sedikit lebih mudah dari para pemain yang bermain di Inggris. Saya tahu keadaan telah berubah, mereka menekan sedikit lebih tinggi di lapangan. Tapi tidak semuanya melakukan itu.”

“Jika dia menemukan kehidupan yang lebih sulit di Juventus dengan para pemain yang mereka miliki kemudian datang ke sepakbola Inggris? Saya punya keraguan,” tutupnya.