Buaksib.com – Tak hanya menang dari Sassuolo, AC Milan saat ini juga sedang merasa bahagia karena Rafael Leao berhasil mencetak rekor baru di ajang Serie A. Akan tetapi, kebahagiaan itu harus ternodai oleh mantan wasit, Luca Marelli.

AC Milan: Kenapa Gol Kilat Rafael Leao Diklaim Tidak Sah?
Rafael Leao sedang melakukan selebrasi (kanan).

 

Rafael Leao sendiri tampil sejak awal ketika Rossoneri bertandang ke Mapei Stadium untuk berhadapan dengan Sassuolo di ajang Serie A. Laga tersebut dihelat pada, Minggu (20/12/2020) malam WIB.

AC Milan berhasil menjadi pemenang dengan skor tipis 2-1. Salah satu gol berhasil dicetak oleh Rafael leao ketika pertandingan baru berjalan selama enam detik. Leao mencetak gol dengan memanfaatkan umpan terobosan dari Hakan Calhanoglu.

Hal itu membuat Leao masuk ke dalam buku sejarah kompetisi. Sang pemain saat ini memiliki status sebagai pencetak gol tercepat di ajang Serie A. Dia berhasil memecahkan rekor sebelumnya yang dipegang oleh eks pemain Piacenza, Paolo Poggi.

Komentar Terkait Gol Rafael Leao

Luca Marelli, sosok yang pernah menjadi wasit ternyata merusak kebahagiaan publik tentang gol itu. Lewat sosial media Twitter, dia mengatakan jika gol Leao seharusnya tidak disahkan wasit.

Menurut Marelli, Leao melakukan kesalahan pada saat timnya akan melakukan kick-off. Namun sayang VAR tak bisa mengubah keputusan tersebut.

“Mari hentikan adanya kemungkinan kontroversi di awal. Pada gol pertama Milan, kaki Leao berada di sisi setengah lapangan,” ungkap Marelli.

“Menurut teorinya, gol seharusnya dianulir. Namun VAR tidak memiliki yurisdiksi terhadap kick-off,” sambungnya.

Disisi lain, Rafael Leao mendapat ucapan selamat dari pemilik rekor sebelumnya, paolo Poggi. Dia mengucapkan selamat melalui akun Twitter pribadinya dan saat melakukan wawancara dengan Radio 24.

“Selamat buat Rafael Leao yang berhasil mengalahkan, atau bahkan lebih baik, menghancurkan, rekor saya untuk gol tercepat di Serie A, setelah 19 tahun. Kerja yang bagus,” ucapnya di Twitter.

“Saya sempat bertanya kepada diri sendiri mengapa belum ada orang yang bisa memecahkannya. Selalu ada beberapa tanggung jawab di pertahanan, namun Calhanoglu dan Leao memproduksi gestur teknik sempurna dalam beberapa detik saja,” jelas Poggi pada Radio 24.

Poggi sendiri mencatatkan rekor pada saat memperkuat Piacenza di tahun 2001 lalu. Pada saat itu, dia bertanding untuk menghadapi Fiorentina.